Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

RSF Deklarasikan Pemerintahan Tandingan di Sudan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 April 2025 19:29 7:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 April 2025 19:27
Bagikan
Kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF)
Bagikan

Hidayatullah.com– Kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) mendeklarasikan pemerintahan tandingan di wilayah Sudan yang dikuasainya.

Komandan tertinggi RSF Mohamed Hamdan Dagalo, dikenal juga sebagai Hemedti, mengumumkan “Pemerintahan Perdamaian dan Persatuan” bertepatan dengan dua tahun perang sipil di Sudan.

“Dalam ulang tahun ini, kami dengan bangga mendeklarasikan pembentukan Pemerintahan Perdamaian dan Persatuan, sebuah koalisi luas yang mencerminkan wajah Sudan sesungguhnya,” kata Dagalo, dalam sebuah pernyataan yang dimuat di Telegram, lansir RFI hari Rabu (16/4/2025).

Dagalo mengatakan RSF dan kelompok-kelompok politik sekutunya telah menandatangani konstitusi transisi, menyebutnya sebagai “peta jalan bagi negara Sudan yang baru”.

Dokumen itu mengusulkan sebuah dewan kepresidenan beranggotakan 15 orang yang mewakili seluruh wilayah di Sudan, sebagai simbol dari persatuan.

Baca Juga

Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

RSF pertama kali mengutarakan rencana pembentukan pemerintahan tandingan itu pada bulan Februari, ketika menandatangani sebuah piagam politik dengan sekutu-sekutu sipilnya di Kenya.

Langkah RSF itu merupakan tantangan langsung terhadap pemerintahan militer Sudan pimpinan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. Kubu kedua pria ini, yang dulunya bersahabat dan bersekutu, berperang sejak 15 April 2023.

Para ahli tentang Sudan sebelumnya sudah memperingatkan bahwa negara tersebut – dengan wilayah terluas ketiga di Afrika – bisa saja mengalami perpecahan permanen.

“Pembagian wilayah yang terjadi bisa berarti perpecahan secara de facto,” kata Sharath Srinivasan, peneliti Sudan di Universitas Cambridge, kepada kantor berita Prancis AFP.

Baik RSF maupun militer Sudan dituduh melakukan pelanggaran serius selama konflik, termasuk penjarahan, kekerasan seksual, dan serangan terhadap warga sipil.

Perang tersebut mengakibatkan hampir 13 juta orang mengungsi, termasuk lebih dari 3,5 juta orang yang telah menyeberang ke negara-negara tetangga. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Berapa pastinya jumlah korban nyawa masih belum jelas, tetapi sejumlah perkiraan menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 150.000.

“Dalam dua tahun ini, kehidupan jutaan orang telah hancur. Keluarga-keluarga terpisah. Mata pencaharian masyarakat hilang. Dan bagi banyak orang, masa depan masih belum pasti,” kata Clementine Nkweta-Salami, koordinator bidang kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:RSFSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haji 2025: Denda 10.000 riyal, Deportasi Bagi Pelanggar Aturan di Arab Saudi
Tulisan selanjutnya ‘Kak, ternyata selama ini kita menyembah Tuhan yang salah’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Berita
30 Juni 2026 18:00
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas

4 Juli 2026 09:52
Berita

Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”

3 Juli 2026 23:58
Berita

BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

3 Juli 2026 22:30
Berita

DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

3 Juli 2026 21:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?