Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Serang Kapal Freedom Flotilla, 30 Aktivis Kemanusiaan dalam Bahaya

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Mei 2025 13:37 1:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Mei 2025 13:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penjajah ‘Israel’ kembali menyerang sebuah kapal misi kemanusiaan, Freedom Flotilla di perairan internasional. ‘Israel’ menyerang menggunakan pesawat tak berawak, hari Jumat (2/5/2025) pada pukul 00:23 waktu setempat di Malta, yang di dalamnya ada 30 aktivis kemanusian. 

Menurut pernyataan yang dibagikan di Telegram oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC), serangan itu menargetkan bagian depan kapal dua kali, menyebabkan kebakaran dan kerusakan serius pada lambung kapal.

🔴🔴SOS🔴🔴
PLEASE ALERT the government of Malta for help @MFTMalta #malta
The freedom floatila is 14 nautical miles from malta with 30 humanitarians onboard. the israeli occupation just hit it in territorial waters .. this is a war crime and an act of piracy pic.twitter.com/D73c1Kgsxe

— MENA UNCENSORED (@MENAUncensored) May 2, 2025

Menurut pernyataan dari tim misi, serangan itu juga menghancurkan generator listrik kapal, yang kini berisiko tenggelam.

“Ada 30 aktivis hak asasi manusia internasional di atas kapal saat insiden itu terjadi.  “Sinyal marabahaya SOS dikirim segera setelah serangan,” katanya.

Free Gaza Australia (GFFA), kelompok NGO yang berkampanye untuk mengakhiri blokade ilegal ‘Israel’ terhadap Gaza dan kemerdekaan Palestina menulis di akun X, yang dulunya bernama Twitter, bahwa kapal misi kemanusiaan ini diserang di perairan internasional padahal di dalamnya banyak aktivis kemanusiaan yang tidak bersenjata.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

“Kapal Freedom Flotilla ‘The Conscience’ diserang di perairan internasional oleh pesawat tanpa awak bersenjata. Kapal itu tidak bersenjata dan di dalamnya terdapat 30 aktivis kemanusiaan tanpa kekerasan yang bersiap untuk berlayar ke Gaza dan menentang pengepungan dan blokade ilegal ‘Israel’,” tulis akun @GFFAusGroup.

La nave della Freedom Flotilla che trasportava aiuti per Gaza è stata attaccata e rischia di affondare con a bordo 30 attivisti per i diritti umani.

Alle 00:23 ora di Malta, la nave della Freedom Flotilla è stata oggetto di un attacco con un drone in acque internazionali. La… pic.twitter.com/GTBKVWkFAa

— InsideOver (@insideoverita) May 2, 2025

Serangan penjajah ‘Israel’ ini merupakan kedua kalinya. Serangan pertama terjadi pada tahun 2010 ketika enam armada kapal –yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan logistik, medis, dan kebutuhan pokok ke wilayah Gaza yang saat itu diblokade ketat oleh penjajah— diserang oleh militer ‘Israel’ di perairan internasional.

Pada 31 Mei 2010, pasukan komando ‘Israel’ menyerbu kapal utama Mavi Marmara, menewaskan 9 aktivis kemanusiaan asal Turki dan melukai puluhan lainnya, termasu seorang wartawan Hidayatullah.

Serangan ini memicu kecaman internasional karena dilakukan di luar wilayah yurisdiksi ‘Israel’ dan dianggap sebagai pelanggaran hukum laut internasional. Tragedi ini membangkitkan kesadaran global tentang pentingnya membuka akses kemanusiaan ke Gaza serta memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina yang selama ini terabaikan.

Pada November 2012, Pengadilan di Istanbul menggelar sidang in absentia terhadap empat mantan pejabat tinggi militer Israel: Letjen Gabi Ashkenazi (mantan Kepala Staf), Eliezer Marom (mantan Komandan Angkatan Laut), Amos Yadlin (mantan Kepala Intelijen Militer), dan Avishai Levi (mantan Kepala Intelijen Angkatan Udara).

Mereka didakwa atas pembunuhan, penyiksaan, dan tindakan kekerasan lainnya terkait serangan tersebut. Jaksa penuntut menuntut hukuman sembilan kali penjara seumur hidup untuk masing-masing terdakwa, satu untuk setiap korban tewas.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktivis kemanusianfreedom flotillaHeadlineisraelkapal kemanusiaanmaltaperairan internasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bocah Autis Berusia 10 Tahun Ini Hafal Al-Quran hanya 4 Bulan Tanpa Gangguan HP
Tulisan selanjutnya Kecam Penjajah, Freedom Flotilla Imbau Desakan Global untuk Keselamatan Aktivisnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?