Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kecam Penjajah, Freedom Flotilla Imbau Desakan Global untuk Keselamatan Aktivisnya

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Mei 2025 14:12 2:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Mei 2025 14:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dunia dikejutkan oleh serangan brutal terhadap kapal misi kemanusiaan “The Conscience” milik Freedom Flotilla Coalition (FFC) di perairan internasional, lepas pantai Malta.

Kapal yang tengah bersiap menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan itu diserang oleh drone bersenjata yang diduga kuat milik penjajah ‘Israel’, menyebabkan kerusakan berat, kebakaran, dan kebocoran parah pada lambung kapal.

🔴🔴SOS🔴🔴
PLEASE ALERT the government of Malta for help @MFTMalta #malta
The freedom floatila is 14 nautical miles from malta with 30 humanitarians onboard. the israeli occupation just hit it in territorial waters .. this is a war crime and an act of piracy pic.twitter.com/D73c1Kgsxe

— MENA UNCENSORED (@MENAUncensored) May 2, 2025

Serangan terjadi pada pukul 00:23 waktu Malta, beberapa jam sebelum keberangkatan resmi.

Dalam siaran pers di web resmi FFC, disebutkan bahwa drone menyerang dua kali secara langsung ke bagian depan kapal sipil tak bersenjata, yang membawa relawan dari lebih dari 21 negara.

Salah satu target utama adalah generator kapal, yang memutuskan aliran listrik dan menyebabkan kapal kehilangan kendali. “Drone bersenjata menargetkan generator kapal, menyebabkan kapal kehilangan daya dan menempatkan seluruh awak dalam bahaya tenggelam,” ungkap pernyataan itu.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Kapal segera mengeluarkan sinyal SOS setelah serangan, namun tanggapan dari otoritas setempat sangat minim. Sebuah kapal dari Siprus Selatan sempat datang, namun gagal menyediakan dukungan teknis yang penting.

Koalisi kini menyatakan keprihatinan serius atas keselamatan para aktivis, termasuk tokoh hak asasi manusia internasional, dokter, jurnalis, dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam misi damai ini.

Freedom Flotilla Coalition menegaskan bahwa misi ini bertujuan untuk menentang pengepungan ilegal ‘Israel’ terhadap Gaza, serta untuk mengantarkan bantuan medis dan logistik yang sangat dibutuhkan, di tengah kelaparan massal yang disengaja.

Sejak 2 Maret 2025, ‘Israel’ menutup sepenuhnya akses bantuan ke Gaza — tidak satu pun truk bantuan diizinkan masuk — menyebabkan lebih dari dua juta warga sipil mengalami kelaparan akut. Menurut para ahli, dibutuhkan setidaknya 600 truk bantuan per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk Gaza.

Koalisi dengan keras mengecam penjajah ‘Israel’ atas serangan bersenjata terhadap kapal sipil di laut internasional, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum maritim dan hukum humaniter internasional.

Mereka juga menuntut Pemerintah Malta agar segera bertindak sesuai dengan kewajiban hukumnya untuk menyelamatkan kapal sipil yang mengalami krisis di wilayah perairannya.

“Kami menuntut agar duta besar ‘Israel’ segera dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional, termasuk blokade ilegal dan pemboman kapal kemanusiaan kami,” tegas Koalisi dalam pernyataannya.

Atas musibah ini, FFC mengeluarkan pernyataan sikap:

Pertama, meminta Pemerintah Malta segera melaksanakan upaya penyelamatan.

Kedua, mengajak masyarakat internasional mengutuk agresi terhadap misi kemanusiaan.

Ketiga, meminta semua negara agar menghentikan dukungan militer, politik, dan finansial terhadap pendudukan dan sistem apartheid ‘Israel’.

Keempat, mengajak earga sipil di seluruh dunia untuk mendesak kedutaan Malta agar memastikan keselamatan seluruh aktivis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktivis kemanusiaanFFCFreedom Flotilla Coalitiongazaisrael
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Serang Kapal Freedom Flotilla, 30 Aktivis Kemanusiaan dalam Bahaya
Tulisan selanjutnya Malik bin Dinar Mimpi Ular Ditemukan Ular Mati dalam Makanan Seratus Anak Sekolah di India Jatuh Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?