Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Membebaskan Palestina, Tugas Kita Semua

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Mei 2025 14:31 2:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Mei 2025 14:30
Bagikan
Puluhan ribu demonstran pro-Palestina, memegang spanduk dan bendera Palestina, berkumpul di pusat kota London meskipun ada pembatasan polisi dan rute terlarang di London, Inggris Raya pada 18 Januari 2025/AA
Bagikan

Edukasi kemerdekaan Palestina bukan hanya tugas media, melainkan tanggung jawab semua pihak yang memiliki ruang pengaruh

Oleh: Ali Musa Harahap, Ph.D

Hidayatullah.com | KABAR DUKA tiada henti terus datang dari Palestina kembali mengguncang nurani dunia. Gempuran demi gempuran dari rezim penjajah ‘Israel’ tidak hanya merenggut nyawa warga sipil tak berdosa, tetapi juga mencabik-cabik nilai-nilai kemanusiaan.

Rasa terkejut, marah, dan frustrasi tak terhindarkan ketika menyaksikan genosida yang telah berlangsung puluhan tahun ini kian memanas.

Dunia yang dahulu kita harapkan mampu menjadi mediator justru terkesan membisu. Tak satu pun pemimpin dunia atau organisasi Islam besar yang benar-benar tampil dengan sikap tegas menentang agresi ‘Israel’. Inilah kenyataan pahit yang terus menghantui rakyat Palestina—sunyi di tengah derita.

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Genosida penjajah ‘Israel’ terhadap Palestina bukan sekadar masalah dua negara. Ini adalah isu moral global.

Ketika kita membincangkan Palestina, sebenarnya kita sedang membicarakan kegagalan kolektif dunia dalam mewujudkan tata kelola berbasis nilai (value-based governance)—yakni kepemimpinan dan kebijakan yang dibangun atas dasar keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hak asasi.

Ketika kekuasaan digunakan untuk menindas dan bukan melindungi, maka sistem tata kelola global patut dipertanyakan.

Value-based governance tidak hanya menekankan pada efektivitas dan efisiensi pemerintahan dan semua pihak non-pemerintah, tetapi lebih jauh mengedepankan integritas dan akuntabilitas dalam setiap tindakan negara, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sayangnya, dalam kasus penjajahan Palestina, tata kelola global tampak kehilangan arah moral. Ketika dunia internasional, termasuk badan-badan besar seperti PBB, gagal menekan ‘Israel’ agar menghentikan kekerasannya, maka di situlah krisis nilai sedang terjadi.

Selama periode relatif tenang dalam beberapa tahun terakhir, berbagai faksi Palestina telah menahan diri untuk tidak meluncurkan serangan ke ‘Israel’.

Ini menunjukkan komitmen terhadap solusi damai dan diplomasi. Namun, sayangnya, serangan dari pihak ‘Israel’ tetap terjadi, bahkan meningkat, terutama terhadap warga sipil Palestina.

Media arus utama pun seringkali gagal menyampaikan kenyataan secara utuh dan adil, sehingga menciptakan narasi yang berat sebelah.

Zionis ‘Israel’ tampaknya memilih kekerasan sebagai instrumen utama, alih-alih membuka ruang dialog. Dalam konteks ini, Palestina bukanlah pihak yang menghindari diplomasi.

Justru sebaliknya, respon kekerasan dari ‘Israel’ memperlihatkan penolakan terhadap segala bentuk perundingan. Jika dunia terus diam dan membiarkan tindakan seperti ini berlangsung, maka perdamaian hanyalah ilusi belaka.

Lebih jauh lagi, kita perlu memahami bahwa tragedi Palestina adalah buah dari kolonialisasi yang telah berlangsung sejak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah.

Sejak mandat Inggris terhadap wilayah tersebut pada 1918 hingga deklarasi sepihak kepada penjajah ‘Israel’ pada 1948, rakyat Palestina terus teraniaya.

Namun yang lebih menyakitkan adalah bagaimana sebagian negara Arab kini justru menormalisasi hubungan diplomatik dengan penjajah, seakan mengesahkan status quo dan mengubur harapan rakyat Palestina untuk merdeka.

Inilah saatnya dunia, khususnya umat Muslim dan masyarakat Indonesia, memperkuat political empowerment atau pemberdayaan politik.

Pemberdayaan ini berarti mengedukasi masyarakat, membangun kesadaran kolektif, dan menyalurkan tekanan politik secara sah kepada lembaga-lembaga internasional dan pemerintahan nasional agar bersikap tegas terhadap penjajahan ‘Israel’.

Peran negara dan non-negara sama pentingnya. Pemerintah, ulama, akademisi, guru, jurnalis, aktivis, serta tokoh masyarakat harus bersatu dalam membangun narasi keadilan untuk Palestina.

Edukasi kemerdekaan Palestina bukan hanya tugas media, melainkan tanggung jawab semua pihak yang memiliki ruang pengaruh.

Aksi nyata harus menyusul: dari advokasi kebijakan luar negeri, hingga penggalangan dana kemanusiaan yang transparan dan berkelanjutan.

Masa depan Palestina sangat tergantung pada solidaritas global yang dibangun atas dasar nilai. Bukan hanya nilai agama, tetapi nilai universal tentang hak untuk hidup merdeka, aman, dan bermartabat.

Harapan untuk Masjidil Aqsha dan Palestina yang merdeka harus terus dinyalakan. Ini bukan sekadar mimpi. Ini adalah seruan nurani kemanusiaan yang tidak boleh padam.*

Penulis adalah pengajar Universitas Darussalam Gontor, alumnis Studi Ilmu Politik di International Islamic University Malaysia

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EdukasiKemerdekaan Palestinamediapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS-Saudi Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar Senilai Rp2.283 Triliun
Tulisan selanjutnya Lamno, Mata Biru Terakhir dari Aceh yang Terlupakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?