Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Green Kurban, Tidak Hanya Sekadar Kurban

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 September 2014 17:17 5:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2014 17:17
Bagikan
Bagikan

DARI satu hewan yang dikurbankan, turut ditanam satu pohon sebagai ikhtiar hijaukan bumi. Program kurban apa lagi ini? Untuk apa disertai penanaman pohon? Jenis pohon apa yang ditanam? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin terlintas dalam benak kita, saat kali pertama mendengar frasa “Green Kurban”.

Ya, pembaca, menanam pohon kini tampak biasa. Dampaknya, memang tak akan langsung terasa. Butuh waktu cukup, untuk menuai hasilnya.

Boleh jadi nanti di era generasi pelanjut cita-cita, pohon itu kelak akan terasa manfaatnya. Maka yakinkan, dengan doa dan sejuta harapan, benih pohon yang sekarang  ditanam, kelak akan menjadi warisan tak terperi bagi semesta, pun anak-cucu kita nanti. Memaknai  lebih ibadah kurban sebagai manifestasi penghambaan kita, makhluk yang mengemban amanah, menjaga serta melestarikan bumi tercinta.

Amanah yang tak mudah, di tengah dunia yang seolah baru terbangun dari tidur panjang. Dunia yang sebagaian besar penghuninya –kita di antaranya– seperti baru sadar, bahwa lingkungan sekitar tak lagi lestari. Lahan-lahan hijau masif bersalin rupa menjadi hutan-hutan beton, yang diklaim sebagai mahakarya peradaban manusia. Di beberapa tempat, bahkan berdiri kokoh dengan angkuhnya, seperti ksatria bumi yang menantang penghuni langit.

Lahan-lahan produktif, semisal area persawahan, demikian pula. Perlahan tapi pasti, terus tergerus digilas roda industri. Tak peduli bagaimana caranya. Selama dipandang menguntungkan dari sudut materi, hamparan hijau dan produktif di mana pun ia berada, biarlah tinggal cerita dan sejarah keberadaannya saja. Maka wajar adanya jika kebakaran hutan, pembalakan liar, dan modus-modus alih fungsi lahan lainnnya terus terjadi, tanpa ada yang bisa menghalangi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kurban Plus Penghijauan

Isu lingkungan memang bukan sesuatu yang baru. Ramai mencuat kembali sekitar satu-dua dekade ini. Tentu bukan latah, atau belaka membebek arus utama. Tapi kesadaran dari lubuk hati yang paling dalam, bahwa amanah adalah sesuatu yang kelak dipertanggungjawabkan, maka Sinergi Foundation menggagas Green Kurban, sebagai inovasi Program Kurban Plus penghijauan, di mana dari satu hewan yang Anda kurbankan, turut ditanam satu pohon sebagai ikhtiar hijaukan bumi.

“Resmi diusung sejak tahun 2013 lalu, Green Kurban merupakan metamorfosis dari program Tebar Hewan Kurban DD-Jabar -Sinergi Foundation yang telah dilakukan sejak tahun 2001. Total yang sudah dihimpun sejak keberadaan program ini mencapai 11.748 hewan kurban (setara kambing), dengan total penerima manfaat mencapai sekitar satu juta warga miskin, terpencil, konflik, rawan gizi dan wilayah minus lainnya di negeri ini,” kata Ima Rachmalia, Direktur Green Kurban-Sinergi Foundation di Bandung, belum lama ini.

Ada pun, menurut Ima, jenis pohon yang ditanam sebagai nilai plus program ini adalah jenis pohon produktif, antara lain: Nangka, Sawo, Jambu Batu, Jambu Bangkok, Jambu Air, Durian, Mangga, Rambutan, dan jenis pohon buah lainnya.

Ia pun menjelaskan, alasan pemilihan pohon buah lantaran selain turut serta menghijaukan, pula diharapkan dapat berdampak pada peningkatan taraf ekonomi penerima manfaat, kelak setelah pohon itu mulai menghasilkan.

Ketika ditanya soal sebaran lokasi penanaman pohon, Ima pun menjawab gamblang, “Sementara ini fokus penyebaran  pohon dilakukan melalui pola kemitraan, dengan skala prioritas di wilayah pesantren, sebagai sentra dakwah di pelbagai pelosok negeri. Ada pun kriteria mitra pengelola, antara lain: Pesantren yang telah dekat, bahkan membaur dengan masyarakat setempat. Berpengalaman mengelola usaha, khususnya di bidang pertanian. Memiliki agenda kegiatan belajar-mengajar regular (rutin). Dan tak kalah penting adalah ketersediaan lahan untuk penanaman, serta pengelolaan.”

Masih, menurut Ima, Green Kurban hanyalah bentuk ikhtiar kecil, yang diharapkan dapat mendorong dan menginspirasi gerakan kolektif yang lebih besar, hijaukan alam raya.

“Karenanya kami mengajak seluruh kaum Muslimin untuk bergabung bersama ribuan pekurban lainnya dalam program Green Kurban. Memaknai  lebih ibadah kurban sebagai manifestasi penghambaan kita, makhluk yang mengemban amanah, menjaga serta melestarikan bumi tercinta,” pungkas Ima.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kurban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jika Anak Diajari Peduli Badannya, Ia akan Menjaga Kehormatan Diri
Tulisan selanjutnya Ketika Para Ulama Sufi berada di Tengah-Tengah Pertempuran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?