Hidayatullah.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkesempatan menjadi tuan rumah dalam penganugerahan para juara Kompetisi Kaligrafi Internasional IRCICA ke-13 pada Senin (21/7/2025). Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Research Centre for Islamic History, Art, and Culture (IRCICA) ini digelar di Gedung PBNU, Jakarta, dan dihadiri oleh kaligrafer terkemuka, ulama, serta delegasi dari berbagai negara.
Kompetisi ini merupakan bagian dari upaya IRCICA, lembaga di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI), untuk melestarikan seni kaligrafi sebagai warisan peradaban Islam.
Tahun ini, peserta dari lebih 40 negara turut berpartisipasi, dengan karya-karya yang dinilai berdasarkan keindahan, kreativitas, dan kesesuaian dengan kaidah kaligrafi Islam.
Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IRCICA kepada NU. “Ini adalah bukti pengakuan dunia terhadap peran NU dalam menjaga khazanah keislaman, termasuk seni kaligrafi,” ujarnya.
Direktur Jenderal IRCICA, Prof. Dr. Mahmud Erol Kılıç, turut menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan PBNU. “Indonesia, khususnya NU, memiliki tradisi kaligrafi yang kuat. Kami berharap acara ini semakin mempererat persaudaraan Muslim dunia,” katanya.
Acara ini juga menampilkan pameran kaligrafi karya peserta kompetisi serta diskusi tentang perkembangan seni Islam kontemporer. PBNU berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa sebagai bagian dari dakwah kebudayaan.
IRCICA adalah lembaga kebudayaan OKI yang berkantor pusat di Istanbul, Turki. Kompetisi ini digelar setiap tiga tahun sekali, dengan peserta dari seluruh dunia. PBNU sebelumnya aktif dalam berbagai program pelestarian seni Islam, termasuk workshop kaligrafi dan manuskrip keagamaan.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengapresiasi 10 orang kaligrafer tanah air yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia pada Kompetisi Kaligrafi Internasional ke-13 oleh Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA).
“Terima kasih kepada para santri/siswa Indonesia yang mendapatkan penghargaan pada kompetisi kaligrafi internasional, yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh dunia,” kata Menbud di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Senin.
Fadli mengatakan hal ini menjadi langkah yang membanggakan Indonesia, khususnya sebagai salah satu negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia.
Ia mengaku takjub bahwa ternyata banyak anak muda Indonesia yang berbakat dalam menulis kaligrafi, meskipun Indonesia bukan negara yang berbahasa Arab, tapi ternyata karya-karya mereka diapresiasi dan dikagumi secara internasional.*




