Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Satu Juta Anak Gaza di Ambang Kematian: “Kelaparan Ini Sengaja Diciptakan”

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Juli 2025 05:57 5:57 am
Ahmad
Dipublikasikan 22 Juli 2025 08:00
Bagikan
satu juta anak Gaza kelaparan /PIP
Bagikan

Di Gaza hari ini, bukan hanya suara bom yang membunuh—tapi diamnya dunia yang membiarkan anak-anak mati kelaparan

Hidayatullah.com— Mereka tak lahir untuk berperang. Namun lebih dari satu juta anak-anak Palestina di Jalur Gaza kini hanya menunggu ajal datang dalam sunyi—bukan karena peluru atau rudal, tapi karena kelaparan yang disengaja.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengeluarkan pernyataan mengejutkan pada Ahad  (20/7/2025): Israel dengan sengaja menutup akses bantuan kemanusiaan dan menciptakan bencana kelaparan massal di Gaza. Padahal, UNRWA menyebut bahwa mereka memiliki persediaan makanan dan obat-obatan yang cukup untuk seluruh penduduk Gaza selama lebih dari tiga bulan.

“Cabut blokade. Izinkan kami membawa makanan dan obat-obatan,” tulis UNRWA melalui akun resminya. Namun hingga kini, bantuan yang tersimpan di kota Arish, Mesir—hanya beberapa kilometer dari perbatasan Rafah—masih terhalang oleh kebijakan penutupan total yang diterapkan Israel sejak 2 Maret 2025.

Menurut UNRWA, setidaknya 70 anak telah meninggal akibat kelaparan akut, dan jumlah ini bisa bertambah drastis dalam beberapa hari ke depan. Kondisi malnutrisi kronis kini merata di seluruh wilayah Gaza, di mana lebih dari dua juta orang hidup dalam krisis kemanusiaan menyeluruh.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Harga Tepung Naik, Rumah Sakit Dipenuhi Anak-Anak Kurus dan Lemas

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa gelombang warga dari segala usia—anak-anak, ibu hamil, hingga lansia—setiap malam dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kelelahan dan kelaparan ekstrem. Ruang gawat darurat kini dipenuhi balita kurus kering, kulit menempel pada tulang, tubuh lemas tanpa tenaga.

Sementara itu, harga bahan pangan melonjak ke titik tak masuk akal. Satu kilogram tepung yang sebelumnya hanya beberapa shekel, kini dijual seharga 170 shekel—naik 240% hanya dalam satu pekan. Beras kini menyentuh angka 110 shekel per kilogram. Kelaparan telah menjadi bisnis kotor dalam perang tak berperikemanusiaan ini.

“Ini bukan kelalaian. Ini kebijakan kelaparan yang disengaja sebagai bentuk genosida modern,” ujar Kantor Media Pemerintah Gaza dalam pernyataannya.

Sejak awal blokade, bahan bakar dan susu formula bayi pun tak diperbolehkan masuk. Gaza kini hidup dalam gelap—tanpa listrik, air bersih, atau bahan bakar untuk rumah sakit.

PBB Tolak Skema “Kemanusiaan” Israel-Amerika

Ironisnya, ketika rakyat Gaza berteriak meminta bantuan, justru distribusi bantuan berubah menjadi perangkap mematikan. Sejak 27 Mei 2025, titik-titik pembagian bantuan makanan dijadikan sasaran tembak oleh militer Israel dalam program bertajuk “Yayasan Kemanusiaan Gaza”, skema kerja sama lembaga kemanusiaan abal-abal buatan Israel-Amerika Serikat (AS).

Data kemanusiaan mencatat, 891 warga Palestina syahid, 5.754 terluka, dan 39 orang hilang dalam serangan terhadap lokasi distribusi. Skema ini bahkan ditolak secara resmi oleh PBB karena dianggap sebagai bentuk manipulasi dan legitimasi atas kekerasan terhadap warga sipil.

Tragedi ini terjadi di tengah agresi besar-besaran penjajah ‘Israel’ yang telah menyebabkan gugurnya 58.765 warga Palestina, melukai 140.485 orang, dan membuat lebih dari 11.000 jiwa hilang. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Kini, lebih dari dua juta warga Gaza hidup sebagai pengungsi di tanah mereka sendiri—dikelilingi reruntuhan bangunan, bau busuk kematian, dan langit yang terus mengancam.

“Jangan Lagi Diam”

UNRWA dan Pemerintah Gaza menyerukan kepada dunia untuk tidak lagi menjadi penonton dari genosida ini. Dunia internasional diminta segera bertindak, bukan hanya mengeluarkan pernyataan kosong. Jika tidak, satu juta anak Gaza yang kelaparan hanya akan menjadi angka dalam laporan—sementara mereka sebenarnya hanya butuh satu hal: diselamatkan.

“Kelaparan ini bukan bencana alam. Ini dirancang. Ini senjata pembunuh massal paling sunyi di zaman modern,” demikian pernyataan terakhir dari Gaza.* pip

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak gazabomgazagenosida GazaHeadlineisraelkelaparanpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU Jadi Tuan Rumah Anugerah Juara Kaligrafi Internasional IRCICA ke-13
Tulisan selanjutnya Masjid Dikepung, Ulama Dipenjara: Jejak Panjang Diskriminasi di Tajikistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?