Hidayatullah.com– Surat edaran unik yang dikeluarkan Pemerintah Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang meminta warganya “mengungsi” viral di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet.
Dalam edaran itu, warga yang memiliki bayi, anak kecil, lansia, serta orang sakit diminta mengungsi sementara saat berlangsungnya Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol. 5 yang menghadirkan 11 sound horeg pada Kamis (24/7/2025).
Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widya Hartono, membenarkan edaran tersebut. Menurutnya, langkah itu semata-mata sebagai antisipasi dampak suara keras dari sound system karnaval yang sudah menjadi tradisi rutin dua tahun sekali.
“Ini bentuk kepedulian desa agar tidak ada warga yang terganggu, terutama mereka yang rentan. Dan warga mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Ary menyebut pembiayaan karnaval dilakukan secara swadaya tanpa dana pemerintah. “Koordinasi dengan Polres Malang juga sudah kami lakukan,” tambahnya.
Meski begitu, surat tersebut justru menuai kritik warganet. Akun Instagram resmi desa menjadi sasaran hujatan.
“Kenapa ga lu aja yang ngungsi sama semua tim lu, ngungsi ke laut sana klo bisa ga perlu balik lagi. Nyuruh warga, bayi, orang sakit ngungsi, otak di pake!” tulis akun @Rendi_tama_. Akun @fiatuz menambahkan, “Dikiro kenek gunung meletus ta pye kok dikongkon ngungsi 😂😂.”
Kapolsek Karangploso, AKP Sumantri Wibisono, menyebut pihaknya sudah meminta klarifikasi kepada Kepala Desa terkait surat tersebut.
“Tidak ada izin ke kepolisian soal imbauan mengungsi ini. Maksud desa hanya untuk memberi pemberitahuan, bukan hal lain,” ujarnya dikutip laman Surya Malang.
Beberapa warga diketahui memang mengungsi sementara ke rumah saudara atau tetangga yang lokasinya jauh dari jalur karnaval. “Semua demi kenyamanan bersama,” pungkas Ary.*




