Hidayatullah.com – Arab Saudi berencana untuk menanam 10 miliar di lahan seluas 40 juta hektar sebagai bagian dari proyek Inisiatif Hijau dari skema Visi 2030 yang ambisius. Proyek tersebut tak hanya menggarap konservasi lingkungan, namun juga keberlanjutan air dan ketahanan pangan.
“Di bawah Inisiatif Hijau Saudi, yang bertujuan untuk memerangi perubahan iklim, memperbaiki ekosistem, dan melestarikan keanekaragaman hayati, beberapa proyek ambisius sedang dalam pengerjaan,” kata Menteri Lingkungan, Air dan Agrikultur Abdulrahman Al-Fadley saat konferensi pers, dilaporkan Times of India pada 31 Juli 2025.
Pelestarian lingkungan, menurut laporan itu, merupakan salah satu dari pilar penting Visi 2030 Arab Saudi dan kerajaan telah sangat membuat kemajuan besar di bidang ini.
“Lebih dari 500.000 hektar lahan rusak telah direhabilitasi, dan 151 juta pohon telah ditanam. Targetnya adalah memulihkan 2,5 juta hektar dan menanam 215 juta pohon pada tahun 2030,” bunyi laporan Times of India. Arab Saudi pada akhirnya menargetkan penanaman 10 miliar pohon di lahan seluas 40 juta hektar, memposisikan diri sebagai pemimpin global dalam upaya reboisasi.
Untuk mendukung penghijauan, Saudi juga meluncurkan proyek-proyek mutakhir seperti penyemaian awan atau cloud seeding, yang telah menyelesaikan lebih dari 711 penerbangan untuk meningkatkan curah hujan dan memperkuat sumber daya air. Selain itu, Kerajaan telah mendirikan Pusat Regional untuk Studi Perubahan Iklim, yang pertama di Timur Tengah, dan Pusat Regional untuk Badai Pasir dan Debu, salah satu dari hanya empat di dunia.*




