Hidayatullah.com – Turki akan menyediakan sistem persenjataan beserta peralatan logistik kepada Suriah sebagai bagian dari perjanjian kerjasama militer kedua pihak yang disepakati pada 13 Agustus lalu. Sumber di Kemhan Turki bahkan menyebut pihaknya akan melatih pasukan Suriah dalam penggunaannya jika perlu.
The Cradle pada Kamis (14/08/2025), mengutip sumber tersebut, mengatakan perjanjian kerjasama itu bertujuan untuk mengoordinasikan dan merencanakan pelatihan militer, menyediakan konsultasi, berbagi informasi dan keahlian, serta memastikan pengadaan sistem persenjataan, material logistik, dan layanan terkait.
Perjanjian tersebut ditandatangani setelah pertemuan antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan, serta para kepala intelijen kedua negara. Kabarnya negosiasi perjanjian itu berlangsung selama berbulan-bulan.
Ankara telah berjanji untuk membantu merestrukturisasi angkatan bersenjata Suriah, membangun kembali lembaga-lembaga negara, dan mendukung perlindungan integritas teritorialnya.
Turki sebelumnya mendukung serangan kelompok oposisi yang dipimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang berhasil menggulingkan rezim presiden Suriah Bashar al-Assad. Ankara kemudian menegaskan bahwa pasukannya akan tetap berada di Suriah dan akan menunjuk penasihat militer atau petugas penghubung untuk bekerja dengan Damaskus.
Kerja sama baru-baru ini juga mencakup peluncuran jaringan pipa gas regional dari Azerbaijan melalui Turkiye, kesepakatan untuk melanjutkan transportasi darat langsung, dan kesepakatan bagi Turkiye untuk memasok gas alam ke Suriah.
Militer Suriah, yang dibentuk setelah runtuhnya rezim Assad, terdiri dari bermacam faksi dan berbagai latar belakang. Menyatukan hal itu telah menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Suriah.*




