Hidayatullah.com – Pemerintah Australia telah membatalkan visa seorang politisi sayap kanan ‘Israel’ yang berencana mengunjungi negara Oseania itu. Keputusan tersebut diambil karena kedatangan politisi bernama Simcha Rothman itu dapat menyebabkan perpecahan.
“Jika Anda datang ke Australia untuk menyebarkan pesan kebencian dan perpecahan, kami tidak ingin Anda di sini,” kata Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke melansir TRT pada Senin (18/08/2025).
Simcha Rothman, yang partainya merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah dijadwalkan untuk berbicara di acara-acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Yahudi Australia.
“Australia akan menjadi negara tempat semua orang dapat merasa aman dan nyaman,” tegas Burke. Pembatalan visa tersebut secara otomatis menyebabkan Rothman tidak dapat melakukan perjalanan ke Australia selama tiga tahun.
Sementara, Asosiasi Yahudi Australia menuduh pembatalan itu sebagai “langkah anti-Semit yang kejam”.
Pada pekan lalu, PM Australia Anthony Albanese mengumumkan negaranya akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September. Langkah ini menyusul pengumuman serupa yang dilakukan Kanada, Inggris dan Prancis.
Pengumuman itu lantas mendapat kritikan dari dubes AS untuk Israel dan dari PM Israel, Benjamin Netanyahu sendiri. Meski begitu,
“Dia duta besar suatu negara, bukan Australia, untuk negara lain, bukan Australia—Israel. Tugas saya adalah mewakili kepentingan Australia, dan warga Australia merasa muak dengan apa yang mereka lihat di TV setiap malam,” ujar Albanese kepada ABC Radio pada pekan lalu.*




