Hidayatullah.com—Universitas Idlib menggelar upacara wisuda bagi mahasiswa Fakultas Seni dan Humaniora pada Sabtu (6/9/2025) malam.
Acara tersebut menjadi sorotan publik setelah salah satu wisudawannya adalah Ibu Negara Suriah, Latifa al-Droubi, istri Presiden Ahmad al-Sharaa, yang berhasil meraih gelar Sarjana Sastra Arab.
Presiden al-Sharaa hadir dalam upacara wisuda yang diselenggarakan pada Ahad (7/9/2025) untuk menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada istrinya dan ribuan mahasiswa lainnya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan utama menuju masa depan yang lebih cerah.
“Pendidikan tetap menjadi sarana terbaik untuk membangun bangsa dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa kini,” kata al-Sharaa dikutip Aljazeera, seraya menekankan peran universitas dalam membentuk masa depan Suriah.
Jumlah wisudawan Universitas Idlib tahun ini mencapai 2.029 mahasiswa dari berbagai jurusan.
Dalam pidatonya, Latifa al-Droubi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian akademiknya. “Pada hari yang istimewa ini, saya berdiri di antara kalian bukan sebagai Ibu Negara, tetapi sebagai seorang mahasiswa Suriah yang membawa mimpi di hatinya dan mengejarnya meskipun menghadapi tantangan, menyelesaikan perjalanan akademisnya di Universitas Idlib tercinta,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi Suriah yang masih dibayangi perang. “Hari ini, saya berdiri di tanah yang tangguh, tanah yang terluka oleh perang, tetapi yang telah menumbuhkan harapan, berkembang dengan pengetahuan, dan merangkul ribuan kisah yang terus hidup. Kita berhak atas kehidupan dan kita berhak atas kebahagiaan,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Kehadiran pasangan presiden pada upacara tersebut memicu respons luas di media sosial.
Foto dan video acara dibagikan warganet Suriah, sebagian menilai momen itu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pendidikan dan peran perempuan.
Lainnya menilai, partisipasi Ibu Negara membawa pesan simbolis yang menekankan pentingnya pendidikan dalam kehidupan publik dan politik nasional.
Penampilan al-Droubi juga menuai sorotan media lokal. Ia dianggap tampil dengan penuh kepercayaan diri, mencerminkan ketekunan serta tanggung jawabnya sebagai istri kepala negara sekaligus teladan bagi perempuan Suriah.
Latifa al-Droubi sebelumnya mulai dikenal publik internasional saat mendampingi suaminya dalam kunjungan resmi ke Arab Saudi pada Februari lalu.
Dalam kesempatan itu, keduanya menunaikan ibadah umrah. Ia kemudian terlihat mendampingi Emine Erdoğan, istri Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, saat kunjungan resmi ke Ankara.
Momen wisuda ini disebut sebagai pencapaian pribadi sekaligus simbol keteguhan masyarakat Suriah di tengah situasi sulit. Kehadiran Presiden al-Sharaa bersama istrinya menegaskan pesan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika politik dan tantangan sosial yang dihadapi negara itu.*




