Hidayatullah.com – Sedikitnya enam masjid di Paris, Prancis menjadi korban teror potongan kepala babi. Aksi teror yang terjadi pada Selasa itu memicu kecaman keras dari pejabat dan tokoh masyarakat Prancis.
Kepolisian Prancis meluncurkan penyelidikan setelah sembilan kepala babi ditemukan di depan enam masjid dan tiga lokasi lain di wilayah Prancis.
“Segala upaya sedang dilakukan untuk menemukan para pelaku tindakan tercela ini,” tulis Kepala Kepolisian Paris, Laurent Nunez lansir TRT World pada Rabu (09/09/2025).
Menurut pihak berwenang, tertulis nama Presiden Prancis Emmanuel Macron di lima kepala babi. Kepala-kepala tersebut ditemukan di jalan-jalan umum di Paris dan pinggiran kota, menurut otoritas setempat.
Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau mengutuk tindakan tersebut, menyebutnya “keterlaluan” dan “sama sekali tidak dapat diterima.”
“Saya ingin rekan-rekan Muslim kita dapat menjalankan keyakinan mereka dengan damai,” ujar Bruno.
‘Meningkatnya kebencian terhadap Muslim’
Chems-Eddine Hafiz, kepala pengelola Masjid Agung Paris, mengecam “tindakan Islamofobia” itu. Ia menyebutnya insiden tersebut sebagai “tahap baru menyedihkan dalam kebangkitan kebencian terhadap Muslim”. Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa, lebih dari 6 juta jiwa.
Beberapa negara Uni Eropa telah melaporkan lonjakan “kebencian anti-Muslim” sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, menurut Badan Hak Asasi Fundamental Uni Eropa.
Penjajah ‘Israel’ melancarkan perang genosida di Gaza, menewaskan lebih dari 64.000 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023. Kebrutalan zionis berlanjut ketika Perdana Menteri Netanyahu mengancam wilayah Palestina yang diblokade itu dengan serangan yang lebih intens.*




