Hidayatullah.com—Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan Deklarasi New York pada Jumat (12/9/2025), yang memuat pengakuan atas kemerdekaan Palestina. Sebanyak 142 negara mendukung resolusi itu, sementara 10 negara menolak dan 12 abstain.
Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis menyebut hasil pemungutan suara ini sebagai tonggak bersejarah. “Hari ini dunia telah berbicara dengan jelas. Rakyat Palestina berhak atas negara merdeka dan berdaulat yang hidup damai berdampingan dengan semua tetangga,” ujarnya dikutip Reuters (12/9/2025).
Deklarasi ini digagas oleh Prancis dan Arab Saudi, dengan tujuan menghidupkan kembali solusi dua negara, serta menegaskan pentingnya demokrasi, keadilan ekonomi, dan penghormatan hukum internasional.
Reaksi Palestina dan Israel
Pemerintah Otoritas Palestina yang didukung Barat menyambut baik pengakuan tersebut. Presiden Mahmoud Abbas mengatakan, “Ini adalah kemenangan diplomatik dan moral. Dunia akhirnya mengakui penderitaan rakyat Palestina dan hak kami untuk merdeka,” sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency (12/9/2025).
Sebaliknya, penjajah ‘Israel’ menolak keras resolusi itu. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut pengakuan tersebut sebagai “langkah sepihak yang melemahkan proses damai.” Al Jazeera (13/9/2025) melaporkan Netanyahu bersikeras bahwa keamanan Israel adalah prioritas utama sebelum berdirinya negara Palestina.
Amerika Serikat, sekutu utama Israel, juga masuk daftar penolak. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan kepada Associated Press (13/9/2025), “Resolusi ini adalah hadiah politik bagi Hamas dan tidak membantu membangun fondasi perdamaian yang nyata.”
Kritik Pengamat
Sejumlah pengamat menilai hasil ini adalah kemenangan diplomatik Palestina, namun masih minim dampak di lapangan. Direktur Crisis Group untuk Timur Tengah, Mairav Zonszein, kepada Reuters menegaskan, “Ini adalah kemenangan moral. Tetapi tanpa mekanisme penegakan, Palestina tetap berada di bawah pendudukan militer Israel.”
Hasil Voting PBB
Berdasarkan data resmi PBB, berikut hasil lengkap pemungutan suara Deklarasi New York:
- Mendukung (142 negara): mayoritas negara Asia, Afrika, Amerika Latin, dan sebagian Eropa.
- Menolak (10 negara): Israel, Amerika Serikat, Argentina, Hungaria, Mikronesia, Nauru, Palau, Papua Nugini, Paraguay, Tonga.
- Abstain (12 negara): Albania, Kamerun, Ceko, Kongo, Ekuador, Ethiopia, Fiji, Guatemala, Makedonia Utara, Moldova, Samoa, Sudan Selatan.
Meski mayoritas dunia telah mengakui kemerdekaan Palestina, kondisi di lapangan masih berlawanan. Gaza tetap dibombardir oleh militer Israel, blokade tidak dicabut, dan pembangunan permukiman di Tepi Barat berlanjut. Amnesty International menyerukan agar dukungan internasional tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diikuti langkah nyata untuk menghentikan agresi penjajah Israel dan membuka akses kemanusiaan.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, sedikitnya 65.208 warga Palestina tewas dan 166.271 lainnya luka-luka sejak Oktober 2023. Ribuan orang lainnya diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan permukiman yang hancur akibat serangan udara Israel.*




