Hidayatullah.com – Global Sumud Flotilla melaporkan armada kapalnya mengalami serangan kawanan drone dan gangguan komunikasi di laut internasional pada Rabu. Kelompok tersebut menegaskan mereka tidak akan gentar menghadapi intimidasi yang dilakukan ‘Israel’ dan sekutunya itu.
“Ledakan, drone tak dikenal, dan gangguan komunikasi. Kami menyaksikan sendiri operasi psikologis ini, tetapi kami tidak akan gentar,” kata Global Sumud melalui media sosial pada Rabu (24/09/2025).
Malah, “operasi psikologis” zionis terhadap mereka akan semakin memperkuat tekad dan komitmen mereka dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang diblokade.
“Usaha yang dilakukan Israel dan sekutunya untuk memperpanjang kengerian kelaparan dan genosida di Gaza sungguh memuakkan. Namun, tekad kami lebih kuat dari sebelumnya.”
“Taktik-taktik ini tidak akan menghalangi misi kami untuk mengirimkan bantuan ke Gaza dan mematahkan pengepungan ilegal. Setiap upaya untuk mengintimidasi kami justru memperkuat komitmen kami. Kami tidak akan dibungkam. Kami akan terus berlayar.”
“Puluhan drone telah terpantau di area tersebut. Dua kapal layar menjadi sasaran drone, tetapi kami dapat memastikan bahwa semua orang selamat dan tidak ada yang terluka. Saat ini, kami mengalami gangguan komunikasi, yang dapat memengaruhi kemampuan kami untuk berkoordinasi dan merespons,” tambah Global Sumud.
Pada hari Senin, armada juga mengalami serangan serupa. Lebih dari 15 drone terbang rendah di atas salah satu kapal selama beberapa jam.
Kelompok tersebut mengatakan drone-drone tersebut muncul “kira-kira setiap 10 menit” dan kemungkinan dimaksudkan untuk mengumpulkan intelijen dan mengintimidasi awak kapal.
Menembus blokade
Konvoi armada tersebut, yang terdiri dari puluhan kapal yang membawa bantuan kemanusiaan, berusaha mencapai Gaza, Palestina, untuk menantang blokade ilegal ‘Israel,’ yang oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa digambarkan sebagai bentuk hukuman kolektif.
Armada Global Sumud diorganisir oleh para aktivis internasional, termasuk para sukarelawan dan aktivis, yang mengatakan bahwa upaya mereka merupakan upaya damai untuk menyoroti situasi kemanusiaan di Gaza.
Entitas zionis ‘Israel’ belum memberikan komentar mengenai armada tersebut atau mengenai laporan mengenai serbuan drone, ledakan atau gangguan komunikasi.*




