Hidayatullah.com – Dewan Kota Amsterdam akan melarang beberapa klub olahraga asing, termasuk Maccabi Tel Aviv dari ‘Israel’, masuk ke kota tersebut karena dianggap mendukung “rasisme dan pendudukan”.
Mosi larangan itu, yang diajukan Partai Denk di dewan kota, menargetkan klub-klub “yang didirikan di permukiman ilegal, secara langsung atau tidak langsung berkontribusi pada pemeliharaan pendudukan ilegal, atau secara sistematis gagal menindak ekspresi ekstremis dan rasis di antara kelompok garis keras mereka”.
Mayoritas anggota dewan mendukung mosi tersebut, sementara hanya Partai Demokrat Kristen, Partai Liberal, JA21, dan Forum Demokrasi sayap kanan yang menentang, lapor harian Het Parool pada Selasa.
Dewan minggu ini akan mengirimkan surat kepada federasi olahraga nasional, termasuk Asosiasi Sepak Bola Belanda dan Komite Olimpiade Belanda, mendesak mereka untuk melarang klub-klub tersebut dari kompetisi olahraga di Belanda.
Keputusan ini diambil menyusul bentrokan berdarah di Amsterdam pada November lalu, usai pertandingan Liga Europa antara Ajax dan Maccabi Tel Aviv. Saat itu para penggemar Maccabi merobek bendera Palestina dan beberapa terdengar berteriak “persetan dengan orang Arab” dan “biarkan IDF (tentara Israel) menang.”
“Secara nasional, klub-klub dari negara-negara seperti Rusia sudah dilarang bermain di Belanda. Namun, untuk klub-klub Israel, tidak ada aturan seperti itu,” kata Khan dari Partai Denk, yang didirikan pada tahun 2015 oleh anggota parlemen etnis Turki dengan fokus menentang diskriminasi dan rasisme.
Ia mengatakan pemerintah Belanda mungkin memiliki standar ganda, “tetapi kota kami menghadapi konsekuensinya. Mosi ini mengoreksi ketidakkonsistenan tersebut.”
Baca juga: Robek dan Bakar Bendera Palestina, Suporter Maccabi Tel Aviv Jadi Bulan-bulanan Warga Amsterdam
Fans ‘hooligan’ Maccabi mendukung genosida di Gaza
Mosi itu secara khusus ditujukan untuk menarget klub-klub ‘Israel’, jelas Khan.
Ia menambahkan bahwa Maccabi Tel Aviv “dikenal sebagai pro-Netanyahu, dan para hooligannya mendukung genosida”, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, penggerak utama dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 65.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Femke Halsema, Wali Kota Amsterdam, sebelumnya menyatakan bahwa pendukung Maccabi tidak akan diundang lagi ke kota tersebut. Dengan mosi ini, dewan kota kini secara resmi ikut menyatakan klub ‘Israel’ tersebut tidak diterima.
Maccabi Tel Aviv, yang saat ini berkompetisi di Liga Europa, juga sedang ditinjau oleh UEFA untuk kemungkinan penangguhan terkait perang ‘Israel’ di Gaza.
Partisipasi ‘Israel’ dalam olahraga lain juga mendapat tekanan: akhir pekan lalu, para pengunjuk rasa di Rotterdam berdemonstrasi menentang keikutsertaan ‘Israel’ dalam Kejuaraan Bisbol Eropa.*
Baca juga: Yahudi Belanda Kecam Aksi Suporter ‘Israel’ yang Sebabkan Kerusuhan di Amsterdam




