Hidayatullah.com— Axl Rose, vokalis band legendaris Guns N’ Roses, menjadi pusat perhatian dunia setelah aksinya mendadak pada konser di Estadio Vive Claro, Bogotá, Selasa malam (7 Oktober 2025). Dalam momen yang mengejutkan, Rose berhenti sebentar dari pertunjukan untuk mengibarkan bendera Palestina, sebuah aksi yang langsung menuai sorak dari penonton dan viral di media sosial.
Menurut laporan Infobae, saat membawakan lagu klasik mereka Civil War, Rose meminta kepada penonton sebuah bendera Palestina yang kemudian ditarik ke panggung. Bendera tersebut bertuliskan (dalam versi terjemahan lokal) “No necesito tu genocidio” (“Saya tidak butuh genosidamu”). Rose mengibarkan bendera itu, menggantungnya sebentar di lehernya, dan berjanji akan mengembalikannya ke si pemberi setelah ditandatangani, kutip infobae.
Media internasional Parade juga melaporkan aksi tersebut sebagai “bukti sikap berani Rose terhadap isu-isu perang dan keadilan sosial”, menyebut bahwa Rose mengambil bukan hanya sebuah simbol, tetapi juga menegaskan pesan bahwa Civil War tetap relevan hari ini.
Reaksi Penonton dan Kejadian di Panggung
Konser yang berlangsung selama hampir tiga jam itu menarik ribuan pendukung di Bogotá. Di tengah lagu-lagu hit seperti Sweet Child o’ Mine, November Rain, dan Welcome to the Jungle, suasana menjadi sangat emosional saat lagu Civil War dimainkan.
Rose, di tengah solos gitar dan sorak-sorai penonton, menghentikan alunan musik sejenak untuk menerima bendera dari publik.
“Todos nuestros amigos colombianos están aquí” (“Semua teman-teman kami dari Kolombia ada di sini”), teriak Rose kepada penonton dalam bahasa Spanyol, sebelum mengibarkan bendera Palestina.
Sorakan “Free Palestine!” langsung terdengar dari penonton, dan video momen itu menjadi viral di platform media sosial seperti X (Twitter) dan TikTok. Beberapa pengguna memuji keberanian Rose, sementara ada juga yang mempertanyakan apakah aksi tersebut terlalu politis untuk sebuah konser rock.
Aksi itu dilihat sebagai deklarasi publik—atau setidaknya manifestasi solidaritas—terhadap rakyat Palestina. Media seperti El Imparcial dan MMRadioMultimedios melaporkan bahwa aksi ini adalah kali pertama Guns N’ Roses secara terang-terangan mengaitkan konser mereka dengan genosida ‘Israel’ atas Gaza–Palestina.
Parade menyebut bahwa bendera itu memiliki logo Guns N’ Roses dan teks “I Don’t Need Your Civil War”, yang mengacu langsung ke lagu Civil War.
Berita tentang aksi ini mendapat respons positif dari sebagian besar penggemar musik dan aktivis, yang memuji Rose karena “berdiri di sisi kemanusiaan”. Namun, tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa seorang musisi harus lebih berhati-hati dalam mengambil sikap politik terbuka, agar tidak memicu polarisasi.
Media lokal Kolombia juga mengangkat bahwa konser hampir mendapat izin mendekati hari H dan sebelumnya dikelilingi oleh protes dari kelompok-kelompok pro Palestina dan lingkungan sekitar lokasi.
Meski efek jangka panjangnya terhadap politik global tidak langsung terukur, aksi seorang legenda rock memilih untuk memecah diam dalam situasi krisis, dan memperlakukan panggung sebagai ruang ekspresi moral, bukan hanya hiburan.*




