Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Penguatan Ekosistem Halal Harus Dimulai dari Edukasi dan Gaya Hidup Umat

Bambang S
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2025 18:41 6:41 pm
Bambang S
Dipublikasikan 20 Oktober 2025 16:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah, Wahyu Rahman menegaskan penguatan ekosistem halal di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari proses edukasi dan pembiasaan gaya hidup halal di tengah masyarakat Muslim.

Daftar isi
  • Seminar Halal Nasional Tandai Rangkaian Pembukaan Munas VI Hidayatullah
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam seminar bertemakan “Pemuda Penggerak Ekosistem Halal dan Penjaga Persatuan Bangsa”. Wahyu memberi apresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan sinergi bersama Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah. “Ini bagian dari dakwah ekonomi yang harus terus dikembangkan,” kata Wahyu dalam sambutannya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (20/10/2025).

Lebih lanjut, Wahyu menilai perkembangan LPH Hidayatullah cukup luar biasa. Meski baru berdiri sekitar tiga hingga empat tahun, lembaga ini berhasil masuk empat besar LPH terbaik nasional. “Termasuk berkontribusi besar atas penerbitan ribuan sertifikat halal di Indonesia. “Ini pencapaian yang patut disyukuri. Artinya, komitmen dan profesionalisme para auditor halal kita diakui secara nasional,” ungkapnya.

Wahyu juga menegaskan gerakan halal sejalan dengan mainstream Hidayatullah yakni Tarbiyah dan Dakwah. “Kita harus terus melakukan edukasi di tengah umat Islam agar apa yang dikonsumsi, digunakan, dan dipakai benar-benar halal. Dari sanalah keberkahan hidup diharapkan hadir,” tukasnya.

Seminar Halal Nasional Tandai Rangkaian Pembukaan Munas VI Hidayatullah

Sementara itu, Dalam rangka memperkuat peran lintas generasi dalam pengembangan ekosistem halal dan menjaga persatuan bangsa, Pemuda Hidayatullah bekerja sama dengan LPH Hidayatullah menyelenggarakan Seminar Halal Nasional dengan tema “Pemuda Penggerak Ekosistem Halal dan Penjaga Persatuan Bangsa”.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Menurut Adam Sukiman, selaku Ketua Panitia, seminar ini tidak sekadar menjadi forum edukasi tentang halal, tetapi juga arena strategis untuk mengangkat peran pemuda sebagai penggerak utama dalam transformasi industri halal sekaligus penegak kerukunan dan persatuan antarpelaku usaha, komunitas dan tokoh bangsa.

“Generasi muda harus hadir bukan hanya sebagai konsumen atau pelaku ekonomi melainkan sebagai penggerak ekosistem halal yang memiliki kesadaran mendalam bahwa produk halal adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan ke­bangsaan,” kata Adam dalam sambutannya.

Adam menjelaskan, peran penting tersebut setidaknya memiliki beberapa alasan. Pertama, dari perspektif ekonomi Islam dan industri halal, produk halal bukan hanya masalah syariat atau ritual keagamaan, melainkan juga bagian dari strategi pembangunan nasional.

“Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim memiliki peluang besar untuk menjadi hub produk halal global. Semakin kuat ekosistem halal mulai dari sertifikasi, produksi, distribusi, konsumsi hingga ekspor, maka semakin besar kontribusi pemuda dalam pengembangan ekonomi syariah dan inklusivitas sosial,” jelas Adam seraya menggarisbawahi bahwa pemuda “penggerak ekosistem halal” berarti aktif dari hulu hingga hilir.

Kedua, terangnya, dari perspektif sosial-kebangsaan, mengaitkan ekosistem halal dengan penjaga persatuan bangsa adalah langkah konseptual yang penting. Ekosistem halal yang inklusif, jelasnya, memerlukan kolaborasi antar-agama, antarpelaku usaha baik Muslim maupun non-Muslim, dan antarwilayah.

“Dengan menghadirkan pemuda sebagai penjaga persatuan bangsa, seminar ini menyiratkan bahwa penguatan halal tidak boleh disertai segregasi atau eksklusivitas identitas, melainkan harus menumbuhkan value kebersamaan nasional,” jelasnya.

Persatuan bangsa dalam konteks ini, terang Adam, berarti bahwa produk dan gaya hidup halal bisa menjadi jembatan sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.

Ketiga, dari sudut kebijakan publik, pembicaraan tentang ekosistem halal memerlukan rujukan kelembagaan yang kuat. Dia menjelaskan, dalam kondisi global yang semakin terbuka dan persaingan halal antarnegara makin ketat, Indonesia perlu memperkuat lembaga seperti BPJPH dan LPH agar mampu menjamin keutuhan sertifikasi halal serta menumbuhkan kepercayaan pasar dan konsumen.

Adam Sukiman lebih lanjut menyebut bahwa pemuda yang menguasai pengetahuan halal dan memahami regulasi serta pasar global akan menjadi ujung tombak bangsa dalam meraih posisi strategis industri halal dunia.

Isu sertifikasi halal dan pengembangan ekosistem halal memang makin kerap muncul. Sebagai contoh, lembaga LPH Hidayatullah sendiri telah menyelenggarakan festival halal yang menekankan percepatan sertifikasi halal dan pemberdayaan UMKM.

“Seminar yang sekarang diadakan dapat dipandang sebagai bagian dari upaya lanjutan untuk memperkuat daya saing produk halal nasional dan memperluas partisipasi pemuda dalam agenda nasional tersebut,” imbuhnya.

Adam menekankan, dengan tema “Pemuda Penggerak Ekosistem Halal dan Penjaga Persatuan Bangsa”, seminar ini menempatkan pemuda sebagai aktor strategis yang memiliki dua pilar yaitu pengembangan ekonomi halal, dan, kedua, penguatan persatuan nasional.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus bahwa generasi muda Indonesia semakin siap mengambil peran dalam ekosistem halal yang berkembang cepat dan dalam menjaga persatuan bangsa sebagai modal utama pembangunan nasional,” tukasnya menandaskan.

Seminar ini juga menjadi rangkaian pendahuluan bagi Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang akan dibuka esoknya. Hadir Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa, dan Ketua LPH Hidayatullah Muhammad Faisal.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPP HidayatullahEkosistem Halalgaya hidup halalHeadlineLPH HidayatullahMunas VI Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warisan Abdullah Said dan Tantangan Alih Generasi Hidayatullah
Tulisan selanjutnya Korban Syahid di Jalur Gaza mencapai 45.000 ‘Israel’ Abai Gencatan Senjata, Bunuh 97 Warga Palestina di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?