Hidayatullah.com – Anggota DPR RI Komisi VIII, Erwin Aksa, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ekosistem halal sekaligus menjaga persatuan bangsa. Hal itu ia sampaikan dalam sesi pemaparan materi bertema “Pemuda Penggerak Ekosistem Halal dan Penjaga Persatuan Bangsa” pada agenda Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (20/10/2025).
Di hadapan para peserta Munas, Erwin Aksa yang juga dikenal aktif mendorong penguatan industri halal di parlemen menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Munas ke-6 ini. Ia berharap forum tersebut dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif untuk kemajuan umat dan bangsa.
“Saya ingin mengucapkan selamat atas terselenggaranya Munas Hidayatullah. Semoga dari forum ini lahir pemikiran-pemikiran baik untuk Indonesia,” ujar Erwin mengawali sesinya pada Senin (20/10/2025).
Industri Halal sebagai Tren dan Kebutuhan
Dalam paparannya, Erwin menekankan bahwa kesadaran masyarakat terhadap produk halal di Indonesia meningkat pesat. Fenomena ini terlihat dari gaya hidup umat Islam yang semakin religius, termasuk dalam pemilihan produk sehari-hari.
“Sekarang kita bisa lihat semakin banyak masyarakat, terutama ibu-ibu, berhijab dan memilih produk halal. Bahkan kebutuhan kosmetik halal kini setara pentingnya dengan produk makanan dan minuman,” ujar politisi Golkar ini.
Menurutnya, tren ini menandakan bahwa industri halal bukan sekadar label, tetapi telah menjadi kebutuhan hidup masyarakat modern. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi halal global.
Dorongan Pemerintah dan Akses bagi Pelaku UKM
Sebagai anggota Komisi VIII yang juga membidangi urusan keagamaan, sosial, dan sertifikasi halal, Erwin menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat regulasi dan kemudahan sertifikasi halal, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Pelaku UKM kini bisa mendapatkan sertifikasi halal secara gratis melalui berbagai program pemerintah. Ada pula pelatihan dan pendampingan agar prosesnya lebih cepat dan mudah,” jelas Erwin.
Erwin juga menekankan pentingnya pembiayaan industri halal agar sektor ini dapat tumbuh lebih cepat dan berdaya saing. “Kita berharap pemerintah bisa memberikan dukungan finansial yang lebih baik, karena industri halal berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” katanya.
Lebih jauh, Erwin menyerukan agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga penggerak utama ekosistem halal. Ia menilai semangat dan kreativitas pemuda sangat dibutuhkan dalam memperluas pasar produk halal dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengguna. Mereka harus berperan aktif membangun industri halal dan menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.
Dengan penuh keyakinan, Erwin menegaskan bahwa ekonomi halal adalah jalan menuju kemuliaan bangsa dan negara, asalkan dijalankan dengan kolaborasi, keikhlasan, dan semangat persatuan.*




