Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Syeikh Al-Azhar Serukan Keadilan untuk Palestina dalam Forum Perdamaian Dunia di Roma

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2025 14:15 2:15 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 Oktober 2025 14:14
Bagikan
Syeikhul Azhar, Syeikh Dr. Ahmad Al-Tayyip, menyerukan dunia internasional untuk menegakkan keadilan dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dalam pidatonya di Forum Perdamaian Dunia (World Peace Meeting) yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio di Roma, Italia, pada Selasa, 22 Oktober 2024
Bagikan

Hidayatullah.com— Imam BesarAl-Azhar, Syeikh Dr. Ahmad Al-Tayyip, menyerukan dunia internasional untuk menegakkan keadilan dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dalam pidatonya di Forum Perdamaian Dunia (World Peace Meeting) yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio di Roma, Italia, pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Forum tahunan yang mengangkat tema “The Peace of All is the Responsibility of All” (Perdamaian Semua adalah Tanggung Jawab Semua) itu dihadiri oleh sejumlah tokoh dunia, di antaranya Presiden Italia Sergio Mattarella, Ratu Mathilde dari Belgia, Kardinal Matteo Zuppi selaku Presiden Komunitas Sant’Egidio, serta perwakilan Dewan Hukama al-Muslimin (Muslim Council of Elders).

Dalam pidatonya yang disampaikan di hadapan ratusan pemimpin agama, akademisi, dan diplomat internasional, Syeikh Al-Azhar menegaskan bahwa Palestina adalah ujian terbesar bagi nurani kemanusiaan dunia modern.

Ia menggambarkan tragedi yang berlangsung di Gaza sebagai bukti nyata hilangnya moralitas dalam sistem internasional saat ini.

“Kami mengecam pembantaian di Gaza dan Palestina yang telah membuat hati manusia menangis, menyembelih nuraninya, dan menghitamkan lembaran sejarah modern,” ujar Syeikh Al-Tayyip, disambut tepuk tangan hadirin.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Menurutnya, krisis di Palestina mencerminkan keretakan moral dan kegagalan sistem keadilan global. Ia menilai dunia kini dikuasai oleh kekuatan politik dan ekonomi yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pemandangan ini menyingkap cacat besar dalam struktur sistem dunia dan kekacauan yang parah dalam kebijakan global,” tegasnya.

Syeikh Al-Azhar memuji negara-negara yang telah berani mengakui Negara Palestina secara resmi, menyebut langkah tersebut sebagai “kebangkitan nurani kemanusiaan” dan bukti kemenangan moral atas kezaliman.

“Kami menghormati negara-negara yang telah berani mengakui Negara Palestina, sebuah keberanian yang mencerminkan kebangkitan nurani manusia dan kemenangan bagi hak rakyat Palestina yang dirampas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan harapannya agar pengakuan tersebut menjadi langkah konkret menuju terbentuknya Negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

“Kami berharap pengakuan itu menjadi langkah nyata untuk menegakkan hak-hak sah rakyat Palestina, terutama pendirian negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.”

Syeikh Al-Tayyip kemudian menyinggung ketimpangan global yang menyebabkan dunia terbelah menjadi “utara yang makmur dan selatan yang miskin”, serta memperingatkan bahwa ketiadaan keadilan berarti hadirnya kezaliman.

“Kini menjadi hal yang lazim kita saksikan — kezaliman tampil dalam busana hukum,” ujarnya dengan nada prihatin.

Dalam pidatonya, ia juga mengingatkan bahwa dunia sedang kehilangan arah karena menyingkirkan nilai-nilai moral dan spiritual dari kehidupan modern.

“Dunia hari ini amat memerlukan keadilan yang menenangkan. Sekecil apa pun kezaliman, ia adalah percikan api yang mampu membakar perdamaian di mana saja,” katanya menutup pidato.

Selain menyerukan pembelaan terhadap Palestina, Syeikh Al-Azhar juga mengangkat isu etika kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi tantangan moral baru bagi umat manusia.

Ia menekankan bahwa teknologi harus diarahkan untuk membangun keadilan dan kemanusiaan, bukan memperkuat penindasan.

“Kita harus menyadari bahwa nilai-nilai spiritual dan agama dalam penggunaan teknologi bukanlah pilihan mewah, melainkan tanggung jawab moral dan kemanusiaan besar,” tuturnya.

Pidato tersebut mendapat sambutan luas dari para tokoh lintas agama dan diplomat yang hadir. Forum ini juga menegaskan kembali pentingnya kerja sama antara Al-Azhar, Dewan Hukama al-Muslimin, dan Vatikan dalam melanjutkan semangat Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan yang ditandatangani di Abu Dhabi pada tahun 2019 oleh Syeikh Al-Azhar dan mendiang Paus Fransiskus.

Syeikh Al-Tayyip menutup pidatonya dengan pesan moral yang menggema di seluruh aula forum:

“Keadilan adalah hukum tertinggi kehidupan, dan perdamaian hanyalah buah dari keadilan.” Forum Perdamaian Dunia di Roma tahun ini kembali menegaskan bahwa Palestina bukan sekadar isu politik, tetapi cermin nurani kemanusiaan global.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Forum Perdamaian DuniagazaHeadlineItaliapalestinaRomaSyeikh Ahmad Al-TayyipSyeikhul AzharWorld Peace Meeting
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Studi: Remaja yang Tidak Puas dengan Tubuhnya Lebih Sering Terpapar Konten Gangguan Makan di Instagram
Tulisan selanjutnya Pemuda dan Kedewasaan yang Hilang: Menelusuri Jejak Generasi Perintis Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?