Hidayatullah.com – Sebuah kelompok peretas, atau hacker, mengklaim berhasil mencuri data rahasia sistem pertahanan udara “Iron Beam” milik Israel dan beberapa senjata canggih zionis lainnya.
Para peretas, yang mengidentifikasi diri mereka sebagai “Cyber Support Front”, mengunggah sebuah video di kanal Telegram mereka yang menunjukkan berkas dan gambar yang mereka peroleh dari perusahaan teknologi militer ‘Israel’, Maya, menurut laporan MEMO pada Selasa (28/10/2025).
Dalam video tersebut, kelompok tersebut mengklaim telah mengakses dokumen sensitif dan informasi desain terkait sistem Iron Beam, serta produk militer ‘Israel’ lainnya, termasuk pesawat nirawak pengintai Skylark, sistem pertahanan udara Spider, dan rudal jelajah siluman Icebreaker.
Rekaman tersebut juga terlihat menampilkan apa yang diklaim oleh kelompok tersebut sebagai kontrak pertahanan bersama antara ‘Israel’ dan beberapa mitra asing, termasuk Australia dan sejumlah negara Eropa.
Iron Beam, yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defence Systems, adalah senjata pertahanan udara berenergi terarah yang diluncurkan pada tahun 2014 dan telah beroperasi sejak tahun 2020. Senjata ini dirancang untuk mencegat roket jarak pendek, peluru mortir, dan drone dalam radius hingga 7 kilometer (4,3 mil), melengkapi sistem pertahanan rudal Iron Dome.*
Baca juga: Sistem Pertahanan Laser ‘Light Blade’, Senjata Terbaru Israel




