Hidayatullah.com—Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi di dekat kompleks Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Macassar, Cape Town, Afrika Selatan.
“Syaikh Yusuf Al-Makassari adalah jembatan peradaban antara Nusantara dan Afrika Selatan. Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan menjadi simbol persahabatan abadi kedua bangsa yang sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu,” kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat mengunjungi Makam Syaikh Yusuf Al-Makassari di Cape Town pada Jumat (31/10/2025).
Kementerian Kebudayaan RI berupaya memperkuat ikatan historis dan persahabatan antara Indonesia dan Afrika Selatan dengan membangun Rumah Budaya Indonesia.
Menurut siaran pers kementerian pada Sabtu, Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf dirancang sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan interaksi antar-komunitas.
Kehadiran rumah budaya ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai spiritualitas dan toleransi, sekaligus mendorong pertukaran budaya serta riset sejarah.
Abadin Tadia Tjoessoep atau Syekh Yusuf lahir di Makassar pada 1626. Ia merupakan keponakan Sultan Alauddin, raja pertama Gowa yang memeluk Islam pada 1603.
Syekh Yusuf dikenal sebagai ulama besar sekaligus pemimpin perlawanan terhadap penjajah Belanda di Asia Tenggara.
“Perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari hingga dipenjara di Batavia dan kemudian dipindahkan ke Colombo, Ceylon (kini Sri Lanka), sampai diasingkan ke Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) Afrika Selatan, karena pengaruhnya yang kuat dalam melawan penjajahan,” kata Fadli.
Pada 27 Juni 1693, Syekh Yusuf diasingkan ke lahan pertanian Zandvliet di tepi Sungai Eerste, Afrika Selatan. Daerah tersebut kemudian dinamai Macassar untuk menghormati asalnya di Sulawesi Selatan.
Dalam masa pengasingan, ia tetap berdakwah dan membuka tempat perlindungan bagi para budak, sekaligus membentuk komunitas Muslim pertama di Afrika Selatan.
Ajaran Islam kemudian menyebar ke wilayah Cape Town dan sekitarnya berkat dakwah dan keteladanan Syekh Yusuf. Ulama yang dijuluki sebagai Bapak Islam di Afrika Selatan itu wafat pada usia 73 tahun, pada 23 Mei 1699.* ant




