Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Megawati Sindir Buzzer: “Bisanya Hanya Terima Uang Saja”

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2025 16:37 4:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2025 16:36
Bagikan
Megawati
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati kembali melontarkan kritik tajam terhadap maraknya buzzer politik di Indonesia. Dalam sebuah pidato yang disampaikan di hadapan kader dan tamu undangan, ia menyoroti peran buzzer yang menurutnya hanya berorientasi pada uang tanpa mempertimbangkan kebenaran informasi yang disebarkan.

“Baser-baser iku sopo? Bisanya hanya terima duit aja. Eh, betul apa enggak?” kata Megawati dengan nada tegas di tengah pidatonya yang disambut tawa hadirin.

Ia menilai, fenomena buzzer telah merusak ekosistem komunikasi publik yang seharusnya mendidik masyarakat dengan informasi yang benar.

Megawati mengaku telah meminta pemerintah menindak para pendengung (buzzer) yang kerap menyampaikan kebohongan. Permintaan Megawati disampaikan menjadi pembicara dalam seminar internasional peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, pada 1 November 2025.

Megawati menegaskan perlunya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkom Digi) untuk menindak buzzer yang menyebarkan informasi tidak akurat. Ia juga meminta wartawan yang meliput acara tidak memutarbalikkan berita, karena menurutnya banyak media belakangan ini menyampaikan kebohongan; kondisi itu diperburuk oleh kehadiran buzzer.

Baca Juga

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

“Yang orang Indonesia jawab saya kalau ada pikiran lain tuh di sana-sana ke mana coba?” ucap Megawati menanggapi dinamika penyebaran informasi di era digital.

Megawati menyatakan bahwa kualitas jurnalisme dan integritas pelaporan menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menilai polarisasi media dan operasional buzzer berpotensi merusak iklim demokrasi serta menodai makna peringatan KAA yang seharusnya menonjolkan persatuan bangsa dan solidaritas antar negara.

Megawati juga menyoroti pentingnya pendidikan literasi media bagi masyarakat, agar publik dapat membedakan antara fakta dan opinyon. Ia menyerukan peran institusi negara dan organisasi profesi media untuk menguatkan etika jurnalistik dan menindak penyebaran hoaks, terutama yang diarahkan kepada tokoh publik dan partai politik.

Dalam pidatonya, Megawati menyinggung dampak sosial dari disinformasi, termasuk bagaimana kebohongan yang tersebar dapat memicu polarisasi dan mempengaruhi opini publik. Ia menekankan bahwa setiap elemen demokrasi—media, pemerintah, dan warga—harus bekerja bersama memahami hakikat kebenaran, serta bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari ujaran dan konten yang disebarkan.

Sejumlah peserta seminar menilai pernyataan Megawati menggarisbawahi kebutuhan kerjasama lintas sektoral untuk mengatasi fenomena buzzer. Beberapa narasumber menekankan pentingnya transparansi pendanaan dan akuntabilitas para aktor siber, termasuk penggunaan dana kampanye dan fasilitas komunikasi digital untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Pemaparan Megawati di Blitar menjadi sorotan media nasional dan regional. Pengamat politik menilai langkah ini mencerminkan upaya PDIP untuk menjaga ritme kritik yang sehat terhadap praktik penyebaran informasi, serta mengingatkan bahwa integritas media adalah pilar utama dalam menjaga martabat bangsa di tengah dinamika politik dan digitalisasi yang semakin kompleks.

Penutupan seminar di Blitar menegaskan komitmen untuk mendorong budaya cek fakta, edukasi media, dan penegakan hukum terhadap praktik buzzer yang menyebarkan kebohongan. Sejumlah peserta berharap langkah tegas ini dapat menekan arus hoaks dan memperkukuh kepercayaan publik terhadap proses demokrasi Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buzzerbuzzer politikMegawatiPDI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Ajak Indonesia dan Kumpulkan Negara Muslim Bahas Kelanjutan Gencatan Senjata Gaza
Tulisan selanjutnya Rumah Budaya Indonesia Syaikh Yusuf akan Dibangun di Afrika Selatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?