Hidayatullah.com – Ekonomi halal sudah menjadi salah satu pilar strategus dalam membangun ekonomi Islam, di samping keuangan Islam. Hal tersebut ditegaskan Sheikh Abdullah Saleh Kamel, Ketua Kamar Dagang dan Pembangunan Islam (ICCD) Arab Saudi.
“Ekonomi halal adalah mesin pertumbuhan berikutnya bagi dunia Islam,” ujarnya dalam sesi ke-41 Komite Kerja Sama Ekonomi dan Komersial Organisasi Kerja Sama Islam (COMCEC), di Istanbul melansir Saudi Gazette pada Senin (03/10/2025).
Menurut Saleh Kamel sudah waktunya tiba untuk merestrukturisasi sistem halal secara global dan menyatukan legislasi serta lembaga pendukungnya, sehingga memperkuat posisi negara-negara Islam dalam ekonomi internasional.
Konferensi tersebut diresmikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan di Pusat Kongres Istanbul. Sesi tersebut dihadiri oleh para menteri ekonomi dan perdagangan dari negara-negara anggota, serta sejumlah pemimpin organisasi Islam dan internasional.
Kamel menekankan bahwa pihaknya sedang berupaya menerapkan strategi 2030 untuk meningkatkan integrasi ekonomi antarnegara Islam dengan memberdayakan sektor keuangan halal dan Islam, yang merupakan dua pilar utama ekonomi Islam modern, serta dengan merevitalisasi kerja kelembagaan di bidang kewirausahaan dan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, Forum Halal Makkah menjadi salah satu proyek masa depan Kamar Dagang Islam yang paling menonjol. Hal ini mewujudkan visi ambisius Arab Saudi untuk menjadikan Makkah sebagai pusat global bagi ekonomi Islam dan nilai-nilai autentiknya.
Dalam pidatonya, Presiden ICCD mengajak negara-negara anggota untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia dan pemuda serta menyatukan upaya untuk mencapai integrasi ekonomi Islam, yang mencerminkan nilai-nilai autentik dan melayani pembangunan global. Ia menekankan bahwa ekonomi halal merupakan mesin pertumbuhan masa depan bagi dunia Islam dan salah satu kunci kepemimpinan dalam ekonomi global yang berkelanjutan.
Pria yang juga Ketua Dewan Direksi Perusahaan Pengembangan dan Konstruksi Umm Al-Qura menjelaskan bahwa konsep halal melampaui sekadar slogan keagamaan, dan menjadi sistem ekonomi global yang didasarkan pada kepatuhan terhadap nilai-nilai ketuhanan dalam produksi dan konsumsi. Beliau mencatat bahwa sistem ini semakin mendapatkan momentum karena meningkatnya permintaan global akan produk dan layanan yang menggabungkan kualitas dengan tanggung jawab etis.
Forum Halal Makkah merupakan platform global yang mempertemukan para pengambil keputusan, investor, dan pakar dari berbagai benua. Kamar Dagang Islam (KAD) berupaya mengembangkannya menjadi titik pertemuan tahunan, yang mencerminkan posisi Arab Saudi dalam membangun Makkah sebagai pusat global ekonomi Islam dan nilai-nilai autentiknya. Tujuannya adalah untuk menyatukan standar, membangun kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta, serta mendukung inovasi dalam produk halal, pembiayaannya, dan pemasaran globalnya.*




