Hidayatullah.com– Pengelola gedung pertunjukan Concertgebouw di kota Amsterdam, Belanda, membatalkan konser perayaan Yahudi Hanukkah tahun ini setelah panitia menolak mengganti penyanyi utamanya yang berkaitan dengan militer Israel.
Concertgebouw mengatakan bahwa peran si penyanyi dalam Israel Defense Forces (IDF) berseberangan dengan misinya “menghubungkan khalayak melalui musik”, lansir Dutch News Senin (3/11/2025).
Gedung pertunjukan itu selama ini biasa dipakai sebagai tempat perayaan festival cahaya Yahudi, Hanukkah, pada 14 Desember.
Concertgebouw mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta supaya pihak panitia, Stichting Chanukah Concert, untuk memilih penyanyi lain. Namun, yayasan itu bersikukuh mempertahankan Shai Abramson, mantan kepala penyanyi tentara.
Abramson, 51, pensiun dengan pangkat letnan kolonel pada tahun 2017, tetapi dia sampai sekarang masih kerap tampil di berbagai panggung atas nama IDF. Concertgebouw mengatakan tidak pantas baginya untuk tampil sebagai perwakilan IDF mengingat tindakan biadab militer Israel itu di Gaza.
Pada bulan September pihak panitia berdalih bahwa Abramson tampil sebagai artis independen yang diundang pemerintah Israel untuk acara-acara resmi. Akan tetapi Concertgebouw membantah dalih itu, dengan menyatakan bahwa Abramson secara terbuka mengidentifikasi dirinya sebagai kepala penyanyi IDF, termasuk di situs web pribadinya sendiri.
Simon Reinink, direktur Concertgebouw, mengaku sangat tidak mudah untuk mengambil keputusan itu. “Kami hanya membuat pengecualian terhadap prinsip kebebasan artistik kami dalam kasus-kasus yang sangat jarang,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Dengan sangat menyesal kami harus melakukan hal itu sekarang.”
Yayasan penyelenggara konser mengancam akan mengambil langkah hukum, mengklaim bahwa keputusan pihak pengelola gedung tersebut melanggar hak kebebasan beragama.
“Concertgebouw secara efektif meminta kami untuk mengganti pemuka agama kami, yang mana hal ini bukan merupakan wewenang mereka,” kata pihak yayasan.
Mereka juga mengatakan bahwa pengelola gedung semakin memperdalam kondisi terisolasi komunitas Yahudi di Belanda.
Tahun lalu Concertgebouw membatalkan satu dari dua konser oleh Jerusalem Quartet karena ada aksi protes di Amsterdam.*




