Hidayatullah.com– Seorang pria mengalami luka bakar di bagian kaki dan jari-jari tangan setelah lithium power bank yang disimpan di dalam sakunya mengalami kelebihan panas sehingga mengeluarkan api.
Pria berusia 50-an tahun itu sedang berada di ruang tunggu eksekutif Qantas di Bandara Internasional Melbourne, Australia, hari Kamis pagi (6/11/2025), ketika perangkat itu terbakar dan menimbulkan asap sehingga sekitar 150 orang harus dievakuasi, lansir BBC.
Korban dibawa ke rumah sakit dan dan dipulangkan setelah mendapatkan perawatan.
Qantas sedang mengkaji ulang kebijakan terkait berbagai gawai bertenaga baterai lithium, termasuk power bank.
Banyak maskapai penerbangan sekarang menganjurkan para penumpang yang bepergian membawa power bank supaya meletakkan barang itu di tempat yang mudah dijangkau, dan tidak menaruhnya di rak penyimpanan di atas kepala.
Power bank juga diduga menjadi penyebab kebakaran yang menghancurkan sebuah pesawat penumpang di Korea Selatan pada bulan Januari.
Pada bulan Juli, kebakaran terjadi pesawat Virgin Australia rute Sydney-Hobart, yang disebabkan oleh power bank yang disimpan di rak atas.
Sejumlah maskapai penerbangan internasional seperti Emirates, Cathay Pacific, China Airlines, Korean Air dan Singapore Airlines sudah melarang pengisian daya dan penggunaan power bank selama penerbangan. Sebagian maskapai hanya mengizinkan penumpang membawa dua power bank dengan kapasitas antara 100Wh dan 160Wh.*




