Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Global Palestine Solidarity Series: Solusi Dua Negara adalah Ilusi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Desember 2025 12:05 12:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2025 12:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Para aktivis yang beberapa bulan lalu berangkat ke Tunisia untuk menembus blokade Gaza menggelar seminar internasional bertajuk Global Palestine Solidarity Series, Selasa (2/12) siang, di Aula AQL Islamic Center Jakarta. Mereka menghadirkan Profesor Sami Al-Arian, akademisi lulusan Amerika Serikat yang lahir dan tumbuh sebagai pengungsi Palestina. Lebih dari seratus peserta hadir, mulai dari pegiat kemanusiaan, kelompok advokasi pro-Palestina, hingga masyarakat umum.

Dalam paparannya, Prof. Sami menegaskan bahwa setiap tindakan untuk membantu Palestina sejatinya adalah bentuk pertolongan kepada diri dan negeri sendiri. Ia menyoroti agresi Israel yang tidak hanya menargetkan kombatan, tetapi juga warga sipil, perempuan, anak-anak, hingga fasilitas vital seperti rumah sakit dan sekolah.

“Lihat bagaimana Israel menyerang negara lain seperti Lebanon, Suriah, Yaman, Iran, bahkan Qatar. Ini menunjukkan bahwa Israel adalah ancaman bagi semua orang, dan Palestina hanyalah samsak pertama,” ujarnya. Ia pun menekankan, “Seharusnya kita tidak menyebutnya ‘masalah Palestina’, karena pusat masalahnya adalah Israel.”

Sami kemudian memaparkan sejarah konflik secara lugas. Menurutnya, proyek Zionisme sejak awal tidak akan berhenti sampai mereka menguasai seluruh tanah Palestina. Apa yang terjadi di Gaza saat ini hanyalah bagian dari rangkaian panjang ekspansi tersebut.

“Jika Gaza berhasil mereka kuasai, Tepi Barat akan menjadi target berikutnya,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Palestina selama bertahun-tahun hanya dihadapkan pada tiga pilihan: mengakui Israel sebagai negara Yahudi, hidup dalam sistem apartheid dan blokade, atau menghadapi kematian.

Baca Juga

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Solusi dua negara, lanjut Sami, adalah ilusi. Ia menilai Israel sejak awal tidak pernah bermaksud berbagi kedaulatan. Bahkan gencatan senjata pun tidak mampu mereka patuhi. Meskipun kritiknya keras, ia berkali-kali menegaskan bahwa konflik ini bukan tentang permusuhan dengan umat Yahudi. “Ini tentang umat manusia melawan zionisme,” katanya.

Pada seminar yang diselenggarakan oleh Global Peace Convoy Indonesia bekerja sama dengan SMART 171 dan AQL Islamic Center tersebut, Sami menyebut bahwa dunia kini mulai menyadari skala kejahatan yang dilakukan Zionis. Namun umat Islam, menurutnya, masih berada dalam posisi lemah karena belum sepenuhnya berdaulat.

“Lemahnya 57 negara mayoritas muslim muncul karena mereka belum benar-benar independen. Langkah pertama sebelum membela Palestina adalah melepaskan diri dari cengkeraman zionisme dan menolak semua bentuk normalisasi,” ujarnya.

Indonesia, kata Sami, memegang peran penting dalam isu Palestina. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan salah satu benteng terakhir yang menolak normalisasi dengan Israel, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankan sikap anti-penjajahan. Ia menekankan pentingnya memperkuat kemandirian nasional agar posisi Indonesia semakin kokoh dalam membela Palestina.

Pada sesi tanya jawab, seorang peserta muda dari Jakarta menanyakan peran generasi Indonesia. Sami menjawab tegas, “Bila kita tidak terlibat, kita akan membayar akibatnya. Lihat negara-negara sekitar Palestina hari ini.” Ia menyebutkan bahwa pengaruh Zionisme membuat lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan ICJ tidak berdaya menghadapi genosida yang berlangsung. “Warga dunia sudah turun ke jalan, namun belum ada yang mampu menghentikan pembantaian. Maka jangan diam,” tuturnya.

Acara ini juga menjadi bagian dari peringatan International Day of Solidarity with the Palestinian People. Dalam rangkaian kunjungannya di Indonesia, Prof. Sami telah berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia, berbicara di Universitas Padjadjaran, dan dijadwalkan tampil di Universitas Indonesia pada esok hari.* Fuad Azzam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AQL Islamic Centergenosida GazaGlobal Peace Convoy IndonesiaHeadlineSmart 171solidaritas palestinasolusi dua negara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih dari 50 Persen Desa di Aceh Terdampak Banjir dan Longsor Lebih dari 50 Persen Desa di Aceh Terdampak Banjir dan Longsor
Tulisan selanjutnya Jerman Putuskan Muslimah Berjilbab Tak Boleh Jadi Hakim dan Jaksa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?