Hidayatullah.com– Rusia memblokir akses platform gim populer Roblox disebabkan kekhawatiran akan keselamatan anak-anak penggunanya dari paparan konten ekstremisme dan LGBT.
Pihak regulator setempat, Roskomnadzor, mengatakan Roblox sekarang dipenuhi “konten yang tidak pantas yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan spiritual dan moral anak-anak”, menurut berita media lokal seperti dilansir BBC Kamis (4/12/2025).
Platform gim daring multipemain ini termasuk salah satu yang terpopuler sedunia, tetapi dihujani kritik disebabkan minimnya fitur perlindungan bagi anak.
Roblox, yang menempati peringkat paling banyak diunduh di antara game seluler di Rusia dalam beberapa tahun terakhir, memungkinkan pemain untuk membuat dan berbagi game mereka sendiri – sebuah model yang menimbulkan kesulitan tersendiri bagi pihak regulator.
Media Rusia melaporkan bahwa Roskomnadzor memblokir platform asal negara Amerika Serikat itu disebabkan kekhawatiran tentang konten terkait terorisme dan LGBT, yang diklasifikasikan sebagai ekstremis dan terlarang di Rusia.
Roskomnadzor juga menyoroti banyaknya laporan pelecehan seksual terhadap anak-anak dan penyebaran gambar intim di platform tersebut.
Beberapa negara lain juga mengangkat isu serupa, dan platform tersebut sudah dilarang, antara lain di Turki, karena berisiko terhadap keselamatan anak.Roblox diawasi ketat di Singapura sejak tahun 2023, setelah pemerintah di sana mengatakan seorang remaja yang teradikalisasi paham ekstremisme diketahui bergabung dengan server bertema ISIS di platform tersebut.
Bulan lalu, jaksa agung negara bagian Texas, Amerika Serikat, Ken Paxton menggugat platform tersebut karena dianggap “secara terang-terangan mengabaikan” undang-undang keselamatan dan “menipu orang tua” tentang bahaya yang ditimbulkannya terhadap anak-anak muda.
Bulan ini, Roblox mengumumkan akan berhenti mengizinkan anak-anak mengobrol dengan orang dewasa yang tidak dikenal, setelah sekian lama dikritik atas fitur obrolan bebas yang terdapat di platformnya.*




