Hidayatullah.com – Ulama Aceh menyoroti lambannya penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera, terutama di Provinsi Aceh. Menurut Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, meski sudah seminggu pasca bencana, kondisi provinsi tersebut seperti tak bertuan.
“Ulama Aceh protes dan kecewa dengan kebijakan pemerintah dalam penanganan bencana Sumatera, khususnya Aceh,” kata Tgk H Faisal Ali, ketua PMU, lansir Serambinews pada Sabtu (06/12/2025).
Seharusnya, imbuh Tgk Faisal, negara hadir memberikan perlindungan dan pertolongan kemanusiaan. Tapi nyatanya, hingga sepuluh hari setelah banjir, masih ada daerah yang terisolir dan korban bencana tidak mendapatkan makanan.
Ia juga menyayangkan keputusan pemerintah untuk tidak mengizinkan bantuan asing masuk, padahal ini terkait dengan kemanusiaan.
“Kedaulatan negara itu tidak hilang dalam urusan kemanusiaan. Tapi kenapa kedaulatan negara hilang dan diinjak oleh asing dalam hal penguasaan tambang dan hutan. Kenapa hal ini malah dibiarkan oleh negara, sedangkan urusan kemanusian negara tidak membuka pintu untuk asing membantu, inikan aneh,” kritiknya.
Tgk Faisal menyebut para ulama Aceh siap dilibatkan untuk penanggulangan bencana dan meminta pemerintah untuk memberi perhatian penuh terhadap bencana di Sumatera.
“Ulama Aceh, insya Allah siap berdialog dengan siapapun dalam hal penanggulangan bencana,” tegas Abu Sibreh, sapaan akrab Tgk Faisal Ali.*




