Hidayatullah.com – Lumpur masih menutup hampir seluruh jalan menuju Dusun Ingin Jaya. Jalurnya licin dan lengket, sisa banjir bandang yang membuat kampung ini terisolasi lebih dari sepekan.
Meski demikian, kendaraan relawan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) tetap masuk perlahan, memanfaatkan akses yang baru bisa dilewati sekitar sepuluh hari pascabanjir.
Dusun Ingin Jaya berada di Kampung Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Selama akses tertutup, bantuan nyaris tak menjangkau wilayah ini.
Warga bertahan dengan persediaan seadanya dan bantuan keluarga dari kampung lain.
“Kami beberapa kali menunda masuk karena jalur benar-benar belum aman. Begitu kendaraan bisa lewat, kami langsung bergerak,” kata Hengky, relawan BMH yang terlibat langsung dalam distribusi santapan hangat ke Ingin Jaya, Jum’at (19/12).
Menurut Hengky, tantangan utama bukan jarak, melainkan kondisi jalan yang masih berlumpur tebal dan berisiko kembali tertutup jika hujan turun.
“Kalau terlambat, bisa tertahan lagi. Jadi kami manfaatkan waktu secepat mungkin,” ujarnya.
Melalui Program SPPB (Stasiun Pelayanan Penyintas Bencana), BMH menghadirkan makan siang gratis bagi warga. Sekitar 300 kepala keluarga menerima santapan hangat yang disajikan ala warung sederhana. Dusun Ingin Jaya menjadi titik ke-8 pelaksanaan SPPB BMH di Aceh Tamiang.
“Di lokasi yang lama terisolasi, makanan hangat itu penting. Bukan hanya untuk mengisi perut, tapi juga memberi semangat,” kata Hengky.
Pak Fadli, warga setempat, mengatakan akses menuju dusunnya baru terbuka sekitar sepuluh hari setelah banjir surut. Sebelumnya, kendaraan sama sekali tidak bisa masuk.
“Selama terisolasi, bantuan hampir tidak ada. Kami makan apa yang ada. Ada warga yang jalan kaki sampai 10 kilometer hanya untuk menyampaikan kondisi kampung ke luar,” ujar Fadli.
Antusiasme warga terlihat jelas saat santapan dibagikan. Ibu Fatma mengaku hampir tiga pekan keluarganya tidak menikmati lauk ikan maupun ayam.
“Sudah lama kami tidak makan seperti ini. Makanannya hangat, ada lauk. Kami senang sekali. Terimakasih relawan BMh yang mau susah payah kesini,” ujarnya terharu.
Di tengah jalan yang masih berlumpur dan pemulihan yang belum tuntas, SPPB BMH bergerak cepat. Sepiring makanan hangat di Ingin Jaya menjadi penanda sederhana bahwa bantuan akhirnya menembus keterisolasian.*Srj




