Hidayatullah.com – Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) berhasil meringkus dan membawa pulang seorang warga negaranya yang diduga berperan penting dalam kelompok teror Daesh.
Sumber kemananan pada Senin mengatakan pelacakan dan penangkapan orang tersebut merupakan bagian dari operasi intelijen melawan ISIS atau Daesh. Individu tersebut diduga telah melakukan perjalanan dari Turki ke wilayah Afghanistan-Pakistan, di mana ia bergabung dengan kelompok tersebut dan menjadi aktif di jajarannya.
Penyelidikan menemukan bahwa tersangka menerima pelatihan di kamp-kamp Daesh dan kemudian naik ke posisi “manajerial” dalam organisasi tersebut.
MIT mengidentifikasi tersangka sebagai Mehmet Goren, yang dikenal dengan nama sandi “Yahya”.
Ia diketahui merupakan rekan Ozgur Altun, juga dikenal sebagai “Abu Yasir al-Turki”, yang sebelumnya juga ditangkap dan dibawa ke Turki.
Goren diyakini memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemindahan anggota Daesh dari Turki ke wilayah Afghanistan-Pakistan.
Sumber keamanan mengatakan Goren telah menerima dan ditugaskan untuk melakukan serangan bunuh diri di Afghanistan, Pakistan, Turki, dan Eropa.
Setelah pengawasan teknis dan fisik yang detail, MIT menentukan bahwa Goren telah selamat dari serangan udara yang menargetkan elemen Daesh di Pakistan dan telah bersembunyi. Setelah berhasil memastikan lokasi persembunyiannya, MIT melakukan operasi penangkapan dan membawanya kembali ke Turki, kata sumber tersebut.
Selama interogasi, Goren memberikan informasi tentang kontaknya dengan Altun, pelatihan bersenjata dan ideologisnya di dalam Daesh, dan instruksi yang diterimanya untuk melakukan serangan bunuh diri, menurut sumber tersebut.
Investigasi MIT juga membantu menggagalkan dugaan rencana serangan Daesh terhadap Turki, mengungkap jaringan perekrutan kelompok tersebut, dan memperoleh detail perencanaan operasionalnya, tambah sumber tersebut.*




