Hidayatullah.com– BYD mengalahkan Tesla sebagai penjual mobil listrik terbanyak sedunia, menandai untuk pertama kalinya perusahaan China itu menyalip perusahaan rival milik Elon Musk dalam penjualan tahunannya.
Penjualan Tesla menurun hampir 9% pada 2025 menjadi 1,64 juta unit kendaraan di seluruh dunia, kata produsen mobil listrik itu hari Jumat (2/1/2026). Ini berarti dua tahun berturut-turut penjualan mobil Tesla menurun.
Angka itu menjadikan Tesla berada di belakang BYD, yang mengatakan pada hari Kamis bahwa penjualan mobil bertenaga baterai buatannya naik tahun lalu hampir 28% sehingga menjadi lebih dari 2,25 juta unit, lansir BBC.
Penjualan mobil Tesla turun 16% kurun tiga bulan terakhir tahun 2025. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh pencabutan subsidi pemerintah yang selama ini membantu menurunkan harga hingga $7.500 (£5.570) untuk kendaraan listrik model-model tertentu, mobil hybrid atau mobil berbahan bakar minyak.
Analis Wall Street baru-baru ini menurunkan estimasi penjualan Tesla untuk tahun 2026, mengisyaratkan kesuraman yang masih membayanginya.Perusahaan-perusahaan China seperti Geely, MG, dan BYD – sekarang menjadi perusahaan kendaraan listrik terbesar di negeri itu – memberikan tekanan kepada rival-rival mereka di Barat dengan menawarkan harga yang lebih murah.
Terlepas dari peningkatan penjualan BYD dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhannya melambat pada tahun 2025 ke tingkat terlemah kurun lima tahun. Hal itu antara lain disebabkan persaingan yang sangat ketat di Tiongkok, pasar utamanya.
Meskipun demikian, BYD tetap menjadi kekuatan global di sektor kendaraan listrik karena harganya seringkali lebih rendah daripada para pesaingnya.Ekspansi pesat perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini — terutama di Amerika Latin, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa – terus dilakukan meskipun banyak negara memberlakukan tarif tinggi pada kendaraan listrik buatan China.
Pada bulan Oktober, BYD mengatakan bahwa Inggris sudah menjadi pasar terbesarnya di luar China. Penjualannya di Inggris melonjak sebesar 880% dalam setahun hingga akhir September 2025, yang didorong oleh permintaan untuk produk-produk unggulannya.*




