Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Serangan Udara Saudi Hantam Pasukan Pro-UEA di Hadramout, Koalisi Yaman Terancam Retak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Januari 2026 20:03 8:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Januari 2026 20:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Serangan udara yang dipimpin Arab Saudi pada Jumat (2/1/2026) menargetkan posisi pasukan yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) di Provinsi Hadramout, memicu eskalasi baru dalam konflik Yaman yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

Insiden ini menandai perpecahan tajam di antara dua sekutu lama yang selama ini berada di belakang kubu anti-Houthi (Hutsyi) di Yaman, kutip Aljazeera.

Menurut pejabat kelompok separatis yang didukung UEA, Dewan Transisi Selatan (STC), sedikitnya tujuh anggotanya tewas dan lebih dari 20 lainnya luka-luka akibat serangan udara di wilayah Al-Khasah, Hadramout.

Mohammad Abdulmalik, kepala STC di Wadi Hadramaut dan gurun sekitarnya, menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam kamp pasukan mereka dan menuduh koalisi pimpinan Saudi melakukan agresi militer terhadap pasukan mereka yang selama ini dianggap sekutu.

Dalam sebuah pernyataan melalui media pro-STC, Abdulmalik menegaskan bahwa serangan itu dilakukan secara tiba-tiba dan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Serangan menghantam kamp kami di Al-Khasah. Tujuh orang tewas, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka,” ujarnya, seperti dikutip oleh media internasional.

Klaim dan Pembelaan Para Pihak

Pejabat koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan bahwa operasi ini dimaksudkan untuk mendukung upaya pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam mengambil alih posisi militer strategis yang sebelumnya dikuasai oleh STC.

Salem al-Khanbashi, gubernur Hadramout yang didukung Riyadh, menegaskan kepada Saba Net bahwa operasi ini bukan “deklarasi perang” tetapi upaya untuk mengatasi ancaman terhadap stabilitas wilayah.

“Operasi ini tidak menargetkan kelompok politik atau sosial mana pun… ini bertujuan agar posisi militer diserahkan secara damai dan sistematis,” kata al-Khanbashi.

Sementara itu, STC melalui juru bicaranya menggambarkan serangan itu sebagai langkah agresif dan upaya Riyadh untuk memaksakan kontrol atas daerah yang baru saja direbut oleh pasukan separatis.

Dalam unggahan di platform X, perwakilan luar negeri STC Amr Al Bidh menuduh Riyadh menyesatkan komunitas internasional dengan menyebut operasi yang dilakukan sebagai “damai”, padahal serangan udara segera dilancarkan.

Latar Belakang Ketegangan dan Perpecahan Koalisi

Konflik ini menjadi sorotan setelah STC yang didukung UEA memulai ofensif di Hadramout dan al-Mahra pada Desember 2025, menguasai wilayah bernilai strategis dekat perbatasan Saudi Arabia.

Perkembangan ini memicu ketegangan antara Riyadh dan Abu Dhabi, yang sebelumnya berada dalam koalisi militer yang sama melawan Houthi, kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Iran dan menguasai bagian besar wilayah utara Yaman.

Reuters juga melaporkan bahwa perpecahan ini menyebabkan UEA menarik sebagian besar pasukannya dari Yaman setelah Saudi meminta penarikan mereka menyusul meningkatnya ketegangan. STC menolak permintaan Saudi untuk mundur dari wilayah yang telah mereka kuasai.

Analisis dan Konsekuensi

Para analis internasional memperingatkan bahwa serangan udara terbaru tersebut mencerminkan retaknya internal koalisi anti-Houthi, yang dapat memperluas front konflik baru di Yaman.

Perpecahan antara kelompok yang didukung Saudi dan kelompok yang didukung UEA dapat membuka peluang konflik lebih luas yang akan memperumit upaya diplomatik dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung di negara itu.

Hingga saat ini, situasi di Hadramout dilaporkan masih tegang, dengan pengerahan pasukan tambahan oleh kedua belah pihak di titik-titik strategis. Penerbangan di beberapa bandara utama, termasuk Aden, bahkan sempat terganggu karena situasi yang semakin tidak stabil di selatan Yaman.

Reaksi Internasional

Sampai berita ini diturunkan, belum ada respons langsung dari pemerintah Saudi atau UEA terkait klaim serangan tersebut dalam rilis resmi mereka kepada media internasional seperti Al Jazeera.

Namun, laporan yang beredar menunjukkan dinamika baru dalam konflik Yaman yang dapat memicu perhatian diplomatik regional dan global karena keterlibatan dua kekuatan Teluk yang sebelumnya selaras dalam satu koalisi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-Houthiarab saudiDewan Transisi SelatanHadramoutserangan udarayaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Tulisan selanjutnya Penjualan Global Mobil Listrik BYD Salip Tesla

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?