Hidayatullah.com – Turki akan terus mengevaluasi kesepakatan-kesepatan bersama Malaysia terkait industri pertahanan agar terus “saling menguntungkan. Hal ini di tengah kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke Turki.
Berbicara pada konferensi pers bersama di Ankara dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim pada Rabu (07/01/2026), Erdogan mengatakan pertemuan kerja sama tingkat tinggi pertama—yang disepakati selama kunjungannya ke Kuala Lumpur tahun lalu—telah diadakan pada hari itu.
Erdogan juga mendorong Malaysia untuk memperluas investasinya di Turki. Ia secara spesifik menunjuk peluang yang berkembang di bidang pertahanan, infrastruktur, dan industri maju.
Pujian Anwar untuk Turki
Dalam pertemuan itu, Anwar Ibrahim memuji kemampuan teknologi Turki, menyanjung “kapasitas rakyat dan industri Turki dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” dan mengatakan Malaysia memandang Turki sebagai mitra berharga dalam pertumbuhan yang didorong oleh inovasi.
Ia juga berterima kasih kepada Erdogan atas “kepemimpinan yang berani bukan hanya untuk Turki tetapi untuk dunia pada umumnya, khususnya untuk dunia Muslim.”
Di luar pertahanan dan investasi, Erdogan mengatakan pembicaraan tersebut mencakup pendidikan, budaya, dan hubungan antar masyarakat, menggambarkannya sebagai pilar untuk kerja sama jangka panjang.
“Kami juga berkonsultasi tentang dimensi manusia yang membentuk dasar persahabatan dan persaudaraan Turki-Malaysia,” kata Erdogan.
“Kami memutuskan untuk melanjutkan upaya kami di bidang pendidikan, budaya, dan pariwisata, serta mengambil langkah-langkah yang akan memperkuat dialog antara rakyat kita,” katanya.
Isu-isu regional dan global juga dibahas, dengan kedua belah pihak memiliki posisi yang serupa.
“Terutama, kami akan terus memantau Gaza dengan saksama,” kata Erdogan, menggarisbawahi keprihatinan bersama atas konflik tersebut.
Presiden Turki menambahkan bahwa Ankara memprioritaskan keterlibatan dengan mitra regional dan ASEAN di bawah Inisiatif Asia Baru yang diluncurkan pada tahun 2019, dan memuji upaya Anwar untuk membantu meredakan ketegangan antara Thailand dan Kamboja.*




