Hidayatullah.com— Kanselir Jerman Friedrich Merz, hari Rabu (28/1/2026), mengatakan bahwa umur rezim Iran “tinggal menghitung hari” sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperbarui ancaman intervensi akibat tindakan keras aparat terhadap para demonstran anti-pemerintah.
“Rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui serentetan tindak kekerasan dan teror terhadap rakyatnya sendiri: umurnya tinggal menunggu hari,” kata Merz saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania Ilie Bolojan, seperti dilansir AFP.
“Bisa jadi tinggal beberapa pekan lagi, tapi rezim ini tidak punya legitimasi untuk memerintah negaranya,” imbuh Merz.
Jumlah kematian yang mencapai ribuan dalam demonstrasi beberapa waktu belakangan ini menunjukkan bahwa “rezim para kullah” rupanya hanya bisa mempertahankan kekuasaan melalui rentetan teror,” kata Kanselir Jerman itu.
Merz juga menyuarakan dukungannya terhadap seruan Italia supaya Uni Eropa menyatakan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.
“Saya sangat menyayangkan bahwa masih ada satu atau dua negara di Uni Eropa yang masih belum siap” untuk mendukung penetapan tersebut, kata Merz.
Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebuah kelompok peduli HAM yang berbasis di Amerika Serikat – mengatakan pihaknya sudah memverifikasi sebanyak 6.200 kematian, kebanyakan pengunjuk rasa, selama terjadi gelombang demonstrasi sejak akhir Desember 2025, yang mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.
HRANA mengatakan jumlah sebenarnya bisa jadi lebih banyak, karena pemadaman internet menjadikan upaya verifikasi informasi terkendala.




