Hidayatullah.com – Instagram baru saja menangguhkan akun Track AIPAC, sebuah proyek yang melacak pengeluaran politik Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) dan kelompok lobi pro-Israel terkait.
Raksasa media sosial itu menyebutkan alasan penangguhan akun karena dugaan pelanggaran aturan kekayaan intelektual dan merek dagang. Hal tersebut membuat akun dengan 137 ribu pengikut itu berisiko mengalami penghapusan permanen kecuali berhasil mengajukan banding dalam waktu 180 hari.
Track AIPAC — juga dikenal sebagai AIPAC Tracker — diluncurkan pada tahun 2024 oleh Cory Archibald dan Casey Kennedy sebagai platform transparansi dan advokasi yang mendokumentasikan donasi politik, dukungan, dan pengaruh lembaga lobi Israel AIPAC pada pemilu AS.
Proyek ini menerbitkan data Komisi Pemilihan Federal tentang pengeluaran politik pro-Israel, menyoroti pejabat mana yang menerima dukungan terbanyak, dan mendukung lawan dari kandidat yang bergantung pada dukungan Israel.
Pengawas ini telah menjadi sumber penting bagi pemilih dan aktivis yang berupaya menjadikan pendanaan AIPAC “beracun secara politik” dan meminta pertanggungjawaban pejabat terpilih atas hubungan mereka dengan lobi pro-Israel.
Track AIPAC mengatakan berencana untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut sambil mengalihkan interaksi mereka ke situs web dan kehadiran mereka di X (sebelumnya Twitter).
Para pendukung Track AIPAC mengecam penangguhan tersebut, menyebutnya sebagai standar ganda kebebasan berbicara dan akuntabilitas. Di X, para kritikus berpendapat bahwa transparansi tentang pengaruh politik sedang dihambat sementara kelompok-kelompok lobi dengan dana besar terus beroperasi tanpa pengawasan serupa.
Para komentator mencatat bahwa penangguhan tersebut terjadi pada saat pengaruh AIPAC dalam politik AS semakin dikecam. Sejak genosida Israel di Gaza dimulai, telah terjadi pergeseran di antara para pemilih Demokrat dan beberapa kandidat yang menolak menerima pendanaan lobi pro-Israel.
Dahulu dianggap tak tersentuh secara politik, AIPAC sekarang dipandang oleh banyak orang sebagai beban. Sehingga para kandidat pejabat AS menolak menerima donasi Zionis di tengah meningkatnya kemarahan publik atas kebijakan Israel dan perannya dalam genosida tersebut.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih Demokrat sekarang menentang kandidat yang menerima pendanaan lobi pro-Israel, yang mencerminkan pergeseran sentimen akar rumput.*




