Hidayatullah.com– Kapal induk terbesar di dunia milik Amerika Serikat sudah diperintahkan untuk berlayar dari Laut Karibia menuju Timur Tengah, kata seseorang yang mengetahui perihal rencana itu hari Kamis (12/2/2026), sementara Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Kapal pembawa jet-jet tempur USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk kedua yang diperintahkan menuju ke Timur Tengah bersama dengan kapal-kapal perang pendampingnya guna memberikan tekanan kepada Teheran supaya bersedia membuat kesepakatan perihal program nuklirnya. Demikian menurut keterangan orang tersebut yang tidak bersedia diungkap identitasnya karena tidak berwenang untuk membicarakan perihal pergerakan militer AS, lansir Reuters.
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan tiga kapal pemusnah rudal sudah tiba di Timur Tengah lebih dari dua pekan lalu.
Perintah tersebut menunjukkan perubahan cepat tugas USS Ford, yang dikirim Trump untuk berpindah dari Laut Mediterania ke Laut Karibia pada Oktober 2025 guna menambah kekuatan militernya di kawasan Amerika Latin, yang berujung pada penangkapan tiba-tiba Presiden Venezuela Nicolás Maduro bulan lalu.
Langkah itu juga tampak tidak sejalan dengan strategi keamanan nasional pemerintahan Trump, yang lebih fokus pada keamanan sekutu-sekutunya di Belahan Barat daripada bagian dunia lainnya.
Trump, hari Kamis, memperingatkan Iran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dengan pemerintahannya akan menimbulkan dampak “sangat traumatis”. Sebagaimana diketahui pekan lalu Amerika Serikat dan Iran memulai perundingan tidak langsung perihal nuklir Teheran di Oman.
“Saya memperkirakan bulan depan, sekitar itu,” kata Trump saat menjawab pertanyaan tentang kapan batas waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Iran perihal program nuklirnya. “Harus terjuwud dengan sangat cepat. Mereka harus setuju dalam waktu sangat cepat,” ujarnya.
Awal pekan ini Trump mengatakan kepada situs berita Axios bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan kapal induk kedua ke Timur Tengah.
Trump melakukan pembicaraan cukup lama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu dan mengatakan bahwa dia menegaskan kepada pemimpin Israel itu bahwa negosiasi dengan Iran perlu dilanjutkan.
Netanyahu mendesak pemerintah AS untuk menekan Teheran agar mengurungkan program rudal balistiknya dan mengakhiri dukungannya terhadap kelompok militan seperti Hamas dan Hizbullah sebagai bagian dari kesepakatan apa pun.
USS Ford bertolak meninggalkan AS sejak akhir Juni 2025, itu berarti dalam waktu dua pekan lagi kru kapal itu akan genap bertugas selama delapan bulan. Sementara belum jelas berapa lama kapal tersebut akan berada di Timur Tengah, awak kapal yang jumlahnya ribuan harus bersiap untuk menjalani masa penugasan yang luar biasa panjang di laut.*




