Hidayatullah.com– Kemampuan melihat mata kanan mantan perdana menteri Pakistan Imran Khan yang sedang dikurung di dalam penjara hanya tinggal 15 persen karena pihak berwenang tidak mempedulikan kesehatannya.
Hal itu dikatakan pengacara Khan, Salman Safdar, di Mahkamah Agung Pakistan. Hari Selasa dia menyerahkan laporan tentang kondisi Khan kepada Kepala MA Pakistan Yahya Afridi dan hakim agung Shahid Bilal Hasan, lansir BBC Kamis (12/2/2026).
Safdar, yang diizinkan mengunjungi kliennya di penjara pekan ini, mengatakan bahwa mantan atlet profesional kriket itu mulai mengalami penglihatan kabur dan buram sejak sekitar tiga hingga empat bulan lalu.
Namun meskipun kondisinya sudah dilaporkan ke kepala sipir, tidak ada tindakan yang diambil selain memberi Khan obat tetes mata.
Pihak berwenang Pakistan sebelumnya mengkonfirmasi bahwa Khan menjalani prosedur medis selama 20 menit pada tanggal 24 Januari di rumah sakit PIMS Islamabad, ketika itu Menteri Ata Tarar mengatakan bahwa Khan “baik-baik saja dan sehat”.
Safdar, orang pertama dari luar penjara yang diperbolehkan mengunjungi Khan kurun tujuh pekan, mengatakan kliennya didiagnosa mengalami penyumbatan darah di bagian mata kanan, yang menyebabkan kerusakan parah sehingga kemampuan penglihatannya terbatas.
Safdar meminta supaya kliennya diperiksa oleh tim ahli dokter mata, mendapatkan akses untuk bertemu dengan keluarganya dan diberikan sel penjara yang lebih baik.
Pengadilan memutuskan Khan diizinkan untuk menemui dokter pribadinya di penjara Adiala, tempat dia saat ini dikurung, dan diizinkan untuk menelepon putra-putranya, Kasim dan Sulaiman.
Menurut laporan yang diserahkan Safdar, sel penjara Khan berupa sebuah kamar dengan perabotan sederhana, 100 buku, dua dumbel, sajadah, dan satu unit televisi rusak.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa di musim panas, ruangannya panas dan lembap, banyak serangga dan nyamuk, dan Khan mengalami keracunan makanan dua hingga tiga kali selama bulan-bulan musim panas.
Khan menerima seorang mushaqati – seorang pembantu yang juga seorang tahanan – yang bertugas mencuci dan membersihkan selnya. Khan juga dapat berjalan-jalan di halaman seluas 12×30 kaki pada siang hari.
Salah satu menteri dalam negeri Pakistan sebelumnya menggambarkan Khan sebagai “narapidana paling istimewa di Pakistan”, dia bisa menggunakan peralatan olahraga dan mendapatkan seorang juru masak.
Khan dijebloskan ke penjara pada Agustus 2023.dan menghadapi lebih dari 100 dakwaan, termasuk korupsi dan pembocoran rahasia negara. Dia membanntah semua dakwaan yang menurutnya bermotif politik.*




