Hidayatullah.com– Sekitar 200.000 orang ikut ambil bagian dalam demonstrasi menentang rezim Iran di Munich Jerman, hari Sabtu (14/2/2026), sementara sejumlah pemimpin dunia mengikuti konferensi keamanan tidak jauh dari lokasi unjuk rasa.
Para pengunjuk rasa berkumpul di lapangan Theresienwiese di kota Munich atau Munchen, mengecam pemerintah atas tindakan kerasnya dalam menghadapi aksi protes yang merebak di seluruh penjuru negeri pada bulan Januari. Kelompok-kelompok HAM melaporkan bahwa ribuan demonstran tewas selama unjuk rasa di berbagai daerah di Iran.
Theresienwiese, yang biasa dipakai untuk menggelar acara tahunan Oktoberfest, terletak kurang dari 3 kilometer dari lokasi konferensi keamanan.
Sebagian orang mengusung bendera dengan gambar seekor singa dan matahari dan garis horisontal berwarna hijau, putih dan merah, lambang monarki yang digulingkan dalam Revolusi Iran 1979, lansir AFP.
Pekan lalu, diperkirakan 10.000 orang berkumpul di Berlin sebagai respon atas ajakan berdemonstrasi yang digaungkan MEK, kelompok oposisi di pengasingan yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Teheran.
Unjuk rasa untuk menyerukan tindakan internasional terhadap Teheran juga digelar di kota Toronto, Kanada, dan Los Angeles, Amerika Serikat, pada hari Sabtu.
Putra shah Iran terakhir yang digulingkan dalam Relolusi 1979, Reza Pahlavi, berbicara di Munich Security Conference pada hari Sabtu dan mendesak Presiden AS Donald Trump untuk “membantu” rakyat Iran.
Pahlavi, yang tingal di pengasingan di Amerika Serikat sejak ayahnya digulingkan dari tahta pada 1979, mendesak intervensi kemanusiaan dari luar negeri guna mencegah lebih banyak lagi orang tak bersalh dibunuh di Iran.*




