Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2026 21:48 9:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Agustus 2026 21:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Pengadilan di Jerman, hari Kamis (6/8/2026), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup atas seorang pria asal Afghanistan, yang sengaja menabrakkan mobilnya ke arah peserta demonstrasi buruh di kota Munich tahun lalu.

Pria yang diidentifikasi sebagai Farhad N dinyatakan bersalah dalam dua dakwaan pembunuhan, 23 percobaan pembunuhan dan 22 dakwaan menyebabkan orang lain terluka fisik, 19 di antaranya serius.

Pengadilan menyatakan kejahatan yang dilakukannya sangat berat, sehingga kemungkinan pria berusia 25 tahun itu tidak akan pernah dibebaskan dari penjara, lansir AFP.

Serangan itu terjadi di malam penyelenggaraan Konferensi Keamanan Munich, sebuah pertemuan besar yang mendatangkan tokoh-tokoh politik dan pertahanan dari berbagai belahan dunia.

Farhad N mengendarai Mini Cooper melewati mobil polisi dan kemudian mempercepat laju kendaraannya ke arah pawai serikat pekerja yang diikuti 1.400 orang. Akibatnya, seorang wanita berusia 37 tahun dan putrinya yang masih kecil terlempar ke udara dan jatuh sejauh 10 meter. Mereka mengalami cedera kepala parah yang menyebabkan keduanya meninggal beberapa hari kemudian.

Baca Juga

Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah, Pemerintah Johor Kenalkan Semarak Maghrib dan Isya’
Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri

Hakim yang memimpin persidangan Michael Hoehne mengatakan bahwa ibu tersebut memilih berada di bagian belakang iring-iringan demonstrasi itu karena di sana banyak terdapat polisi yang berjaga sehingga ia merasa aman.

Hoehne menggambarkan lokasi kejadian setelah aksi penabrakan itu sebagai area yang hanya berisi puing-puing selebar 12 meter.

Dia mengatakan sebagian dari korban sampai sekarang masih menderita akibat luka-luka yang dideritanya.

Satu-satunya alasan kenapa aksi itu tidak memakan lebih banyak nyawa adalah karena jumlah orang yang ditabrak oleh Farhad N memperlambat laju kendaraan dan akhirnya mobil terhenti, imbuh Hoehne.

Farhad N sendiri tidak menunjukkan wajah penyesalan saat hukuman dibacakan.

Teradikalisasi online

Farhad N tiba di Jerman pada 2016 sebagai pengungsi anak tanpa pendamping saat berusia 15 tahun. Permohonan suakanya ditolak, tetapi dia diperbolehkan untuk tinggal di Jerman dan mencari pekerjaan.

Polisi mengatakan Farhad N bekerja sebagai sekuriti dan sangat senang melakukan bodybuilding.

Dia diduga teradikalisasi secara online beberapa bulan sebelum serangan, setelah mengikuti ceramah-ceramah pendakwah radikal Afghanistan, kata polisi.

Jaksa dipersidangan mengatakan Farhad N bertindak dengan “motivasi agama” dan meneriakkan kata “Allahu Akbar” setelah menabrakkan mobil yang dikendarainya.Meskipun demikian, ia diyakini bukan bagian dari gerakan atau kelompok ekstremis seperti ISIS.

Jaksa juga menyoroti rasa kesepian dan keresahan yang dialami Farhad N sebagai faktor pendorong pemuda itu melakukan tindakan tersebut.Farhad N sendiri selama persidangan tidak menjelaskan apa motivasinya melakukan aksi itu.

Hoehne menggambarkan Farhad N sebagai seseorang yang memiliki “rasa harga diri yang rapuh” dan pada saat yang sama berusaha menampilkan “citra ideal tentang dirinya sendiri.”

Tim pembelaannya meminta supaya Farhad N dikirim ke fasilitas psikiatri, meskipun para ahli yang ditunjuk pengadilan sudah menyatakan bahwa masalah kesehatan mentalnya tidak mengurangi tingkat tanggung jawabnya atas peristiwa itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah shalat kepada belasan mualaf di Sekolah Mualaf Indonesia (SMI) Jalan Sendangguwo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).
Berita

Wisuda Perdana SMI Semarang, Belasan Mualaf Terima Bantuan Alat Shalat

Berita
4 Agustus 2026 14:56
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
Dua Puluh Negara Muslim Bahas Hukuman Kolektif untuk ‘Israel’
Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza

Terbaru

  • Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman
  • Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand
  • Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
  • Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
  • Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah, Pemerintah Johor Kenalkan Semarak Maghrib dan Isya’
  • Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri
  • Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
  • Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja
  • Komisi Dakwah MUI: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Disampaikan dengan Hikmah dan Solusi
  • Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja

6 Agustus 2026 16:00
Berita

Komisi Dakwah MUI: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Disampaikan dengan Hikmah dan Solusi

6 Agustus 2026 14:19
Berita

Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina

6 Agustus 2026 13:30
Berita

PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung Lebih dari 3.000 Peserta Muktamar Ke-35 NU

6 Agustus 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?