Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Masalah Penutupan Warung Nasi Padang Tertua Singapura Dibahas di Parlemen

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Februari 2026 12:26 12:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Februari 2026 12:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Penutupan salah satu rumah makan khas Padang ternama dan populer di kalangan turis di Singapura, Warong Nasi Pariaman, belum lama ini menimbulkan kehebohan sampai-sampai dibahas di parlemen negara kota nan kaya raya itu.

Penutupan Warong Nasi Pariaman bukan disebabkan biaya sewa kedai yang melonjak, seperti rumor yang merebak, demikian diungkap dalam rapat di parlemen Singapura pada 3 Februari.

Bertindak mewakili Kementerian Pembangunan Nasional, Sekretaris Senior Parlemen Syed Harun Alhabsyi mengatakan bahwa laporan media sudah mengklarifikasi bahwa penutupan rumah makan itu bukan berkaitan dengan masalah biaya sewa, lapor media berbasis di Singapura CNA (3/2/2026).

Isu itu mencuat di tengah kekhawatiran atas kenaikan harga sewa tempat di distrik warisan budaya seperti Kampong Glam, Little India dan Chinatown.

Menurut Urban Redevelopment Authority, median harga sewa naik tidak banyak antara tahun 2023 dan 2025 — sekitar 2 persen per tahun di Kampong Glam, 2,5 persen di Little India dan 1 persen di Chinatown, yang mana sejajar dengan harga sewa ritel di pusat kota dan “signifikan di bawah” pertumbuhan nominal GDP yang mencapai 6,7 persen. Dengan kata lain seharusnya harga sewa tempat masih terjangkau.

Baca Juga

Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram

Warong Nasi Pariaman, didirikan pada tahun 1948 oleh Haji Isrin asal Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Rumah makan itu dipandang sebagai kedai nasi Padang tertua di Singapura.

Penutupan kedai pada bulan Januari di Kampong Glam terjadi di tengah kekhawatiran banyaknya bisnis kuliner yang gulung tikar disebabkan kenaikan harga sewa tempat di lokasi yang ditetapkan sebagai warisan budaya.

Syed Harun mengatakan sejumlah institusi sudah melakukan kontak dengan pemiliknya guna mendiskusikan bagaimana supaya bisnis itu tetap berlanjut apabila si pemilik memang berkeinginan melanjutkan usahanya itu.

Dia mengatakan bahwa pemerintah bisa memberikan dukungan melalui SG Heritage Business Scheme, yang menawarkan bantuan berupa konsultasi dan pemasaran. Sejauh ini 42 bisnis sudah tergabung dalam skema itu, termasuk 21 di antaranya yang berniaga di kawasan Kampong Glam.

Syed Harun mengatakan bahwa upaya pelestarian situs warisan budaya membutuhkan pendekatan pemerintahan yang menyeluruh, mengingat banyak pihak yang berkepentingan dan terlibat di dalamnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Warga Israel Didakwa Gunakan Informasi Rahasia Militer untuk Pasang Taruhan
Tulisan selanjutnya Sekitar 200.000 Orang Ikut Demonstrasi Iran di Munich

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buku Pemikiran KH Ma’ruf Amin Diluncurkan, Ajak NU Tetap Berpegang pada Fikrah, Manhaj, dan Harakah

Berita
6 Agustus 2026 11:30
Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman
Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda
Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji

Terbaru

  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan
  • Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
  • Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah

9 Agustus 2026 05:33
Berita

Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

9 Agustus 2026 04:26
Berita

Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil

8 Agustus 2026 21:26
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’

8 Agustus 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?