Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Berencana Ganggu Konser Taylor Swift di Austria Seorang Pemuda Didakwa Terorisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Februari 2026 20:45 8:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Februari 2026 20:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak kejaksaan Austria membuat sejumlah dakwaan terkait terorisme atas seorang pemuda berusia 21 tahun yang kata mereka berencana akan melakukan serangan terhadap salah satu konser musik Taylor Swift di Wina pada Agustus 2024.

Seorang juru bicara kejaksaan Wina, hari Senin (16/2/2026), mengkonfirmasi bahwa terdakwa – yang tidak disebutkan namanya – ditempatkan di dalam tahanan.

Media di Austria menyebut identitas tersangka sebagai Beran A dan dikatakan ditangkap pada bulan Agustus 2024, lansir The Guardian.

Jaksa penuntut mengatakan pemuda itu menyatakan janji setia kepada ISIS alias Daesh alias IS, membagikan materi-materi propaganda dan video di berbagai platform pengiriman pesan online.

Mereka menuduh pemuda itu “memperoleh instruksi di internet tentang pembuatan bom serpihan logam berdasarkan bahan peledak triaseton triperoksida” yang biasanya digunakan oleh ISIS, dan telah memproduksi alat peledak dalam jumlah kecil.

Baca Juga

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Jaksa mengatakan terdakwa melakukan beberapa kali upaya untuk membeli senjata ilegal di luar negeri dan membawanya masuk ke Austria.

Dakwaan kriminal atas tersangka yang tidak disebutkan namanya itu akan diproses di pengadilan di Wiener Neustadt, sebuah kota kecil tidak jauh dari ibu kota Austria.

Dia juga diduga terlibat dalam perencanaan serangan lain di luar negeri, termasuk di Dubai dan Istanbul, meskipun rencananya tidak pernah diwujudkan.

Apabila dinyatakan bersalah dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Setelah beberapa konsernya di Wina yang merupakan bagian dari Eras Tour dibatalkan, Swift menulis di media sosial, “Alasan-alasan pembatalannya membuat saya merasa ketakutan, dan saya merasa sangat bersalah karena banyak hal yang sudah direncanakan untuk pertunjukan-pertunjukan yang akan datang itu.”

Pihak dinas intelijen Amerika Serikat disebut sebagai pihak yang memberikan informasi sehingga keputusan pembatalan konser diambil.

“Amerika Serikat senantiasa fokus pada misi kontra-terorisme kami,” kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih kala itu, John Kirby, pada Agustus 2024. “Kami bekerja sama erat dengan mitra-mitra di seluruh dunia untuk memantau dan menggagalkan berbagai ancaman.”

“Oleh karena itu, sebagai bagian dari upaya tersebut, Amerika Serikat berbagi informasi dengan mitra Austria supaya ancaman terhadap konser Taylor Swift di Wina bisa digagalkan.”

Tahun lalu, pengadilan di Berlin memvonis bersalah seorang remaja asal Suriah dalam dakwaan berkontribusi dalam rencana serangan atas konser musik Taylor Swift itu. Remaja putra berusia 16 tahun itu diberikan hukuman percobaan penjara 18 bulan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Mulai Puasa Ramadhan 1447 Hijriyah Kamis 19 Februari
Tulisan selanjutnya 34 Warga Australia Dilepaskan dari Kamp Tempat Penahanan Keluarga Afiliasi ISIS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Berita
29 Juni 2026 17:12
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

25 Juni 2026 15:21
Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

25 Juni 2026 15:06
Berita

Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

25 Juni 2026 13:06
Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?