Hidayatullah.com— Seorang pemimpin organisasi Hindu garis keras di Uttarakhand, Bhupesh Joshi, menjadi sorotan setelah video viral yang memperlihatkan dirinya mengancam umat Muslim dan mengatakan akan memainkan Holi di dalam sebuah masjid serta meminta mereka keluar dari negara bagian segera, memicu kecaman publik dan tindakan polisi.
Video yang dibagikan di platform seperti Twitter oleh akun MuslimMirror.com menunjukkan Joshi, yang disebut sebagai pemimpin Kali Sena, berbicara di depan kamera dengan nada provokatif. “Kami akan bermain Holi di dalam masjid Allah dan kalian [Muslim] harus segera pergi dari Uttarakhand,” kata Joshi dalam potongan video tersebut, seperti dikutip oleh MuslimMirror.com dari unggahan di Twitter.
Ancaman Joshi terjadi di tengah ketegangan komunitas menjelang perayaan Holi, festival warna yang dirayakan setiap tahun di India. Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari warga sipil, kelompok hak asasi manusia, dan beberapa tokoh politik yang mengecam ancaman itu sebagai provokasi dan tindakan diskriminatif terhadap minoritas Muslim di negara bagian tersebut.
“Kami mengecam keras segala bentuk ancaman yang menyasar komunitas berbasis agama,” ujar Sanjay Verma, seorang aktivis masyarakat sipil di Dehradun kepada media The Indian Daily. “Ancaman seperti ini bisa memicu kekerasan dan merusak kerukunan sosial yang selama ini dibangun,” tambahnya.
Seorang pemilik toko Muslim di Dehradun, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan pernyataan Joshi membuat banyak warga Muslim merasa terancam. “Ini seperti intimidasi terbuka terhadap kami,” katanya kepada reporter Uttarakhand Times.
“Kami ingin hidup damai namun ucapan seperti itu jelas menciptakan ketidakamanan,” tambahnya kepada Uttarakhand Times.
Merespons viralnya video ancaman itu, kepolisian Uttarakhand menyatakan telah membuka penyelidikan terhadap pernyataan Bhupesh Joshi.
“Kami telah menganalisis video tersebut dan akan mengambil tindakan sesuai hukum India,” kata seorang pejabat kepolisian setempat, Komisaris Polisi Ramesh Singh. Singh mengatakan bahwa tindakan provokatif yang menyasar kelompok berdasarkan agama merupakan pelanggaran hukum ketertiban umum.kepada Dehradun Chronicle.
Pernyataan polisi itu datang setelah berbagai organisasi masyarakat menuntut agar pihak berwenang menghentikan ujaran kebencian dan memastikan keamanan bagi seluruh warga tanpa diskriminasi. Partai politik lokal juga mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ancaman tersebut dan menyerukan dialog antaragama untuk meredakan ketegangan.
Kasus ini memperkuat kekhawatiran akan meningkatnya insiden intoleransi agama di beberapa bagian India, terutama selama periode perayaan seperti Holi yang dekat dengan bulan Ramadhan.
Data dari kelompok pemantau independen mencatat terdapat beberapa laporan kekerasan terhadap minoritas Muslim di berbagai negara bagian India sejak awal Ramadhan tahun ini, termasuk intimidasi, serangan verbal, dan perusakan properti tempat ibadah.
Namun, angka resmi dari pemerintah pusat mengenai jumlah insiden selama Ramadhan 2026 belum dirilis. Publik kini menunggu tindakan lanjutan dari penegak hukum India dan otoritas negara bagian mengenai ancaman oleh Joshi, serta langkah untuk meredakan ketegangan sosial di tengah keberagaman agama di Uttarakhand dan sekitarnya.*




