Hidayatullah.com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Syed Muhammad Naquib Al-Attas pada Ahad. Ia menyebut Prof Naquib Al-Attas merupakan salah satu pemikir terhebat di zaman ini yang menjadi penantang sekularisasi pengetahuan.
“Saya sangat sedih mendengar kabar wafatnya Profesor Tan Sri Syed Muhammad Naquib al-Attas, penerima penghargaan Royal Laureate,” kata Perdana Menteri Malaysia ke-10 itu melalui akun X resminya pada Senin (09/03/2026).
“Beliau, dalam segala hal, adalah salah satu pemikir terhebat di zaman kita, seorang filsuf yang tidak hanya bertanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi juga untuk apa pengetahuan itu,” imbuh Anwar.
Karya almarhum, tambah Anwar, sangat berpengaruh dalam meletakkan dasar-dasar intelektual dari pandangan dunia Islam atau biasa disebut Islamic Worldview.
“Melalui karya-karya besarnya yang bervolume dan berpengaruh, termasuk ‘Islam dan Sekularisme’ dan karya agungnya ‘Prolegomena untuk Metafisika Islam,’ beliau menantang sekularisasi pengetahuan dan meletakkan dasar-dasar intelektual dari pandangan dunia Islam,” ujar pemimpin berusia 78 tahun itu.
Terakhir, Anwar menyampaikan rasa belasungkawa pemerintah dan rakyat Malaysia serta mendoakan beliau agar ditempatkan bersama orang-orang sholeh.
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Malaysia, saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarganya dan kepada semua orang yang pernah belajar darinya. Semoga Allah menganugerahkan rahmat-Nya dan kedudukan tertinggi di antara orang-orang yang saleh kepadanya. Al-Fatihah,” tutup Anwar.
Cendekiawan dan pemikir ternama peradaban Islam, Prof Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas wafat pada usia 94 tahun di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (08/03/2026) pukul 18.47 waktu setempat.
Kabar duka atas meninggalnya filsuf berusia 94 tahun ini disampaikan oleh Menteri di Departemen Perdana Menteri (Bidang Agama) Dr Zulkifli Hasan melalui Instagram.
“Almarhum dikenal sebagai seorang mujaddid, pemikir, dan cendekiawan yang menghidupkan kembali obor ilmu dan adab di dunia Islam,” kata Senator Dr Zulkifli Hasan dilansir Bernama pada Ahad (08/03/2026) malam.*




