Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hadi Nur Ramadan: Kader Hidayatullah Harus Jadi Aktor Sejarah, Bukan Sekadar Pembaca

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Maret 2026 23:02 11:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Maret 2026 23:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pendiri Rumah Sejarah Indonesia, Hadi Nur Ramadan, menegaskan pentingnya generasi muda Islam memahami sejarah sebagai landasan membangun masa depan gerakan. Namun menurutnya, membaca sejarah saja tidak cukup kader umat harus mampu menjadi pelaku yang membentuk sejarah itu sendiri.

Daftar isi
  • Miniatur Peradaban Islam
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hal tersebut disampaikannya dalam series webinar Ramadhan 5.0 bertajuk “Kalangan Muda sebagai Game Changer” yang diselenggarakan DPD Hidayatullah Jakarta Selatan pada Selasa malam.

“Kader Abdullah Said membaca sejarah itu penting, tetapi menjadi aktor sejarah jauh lebih penting,” kata Hadi dalam pemaparannya. Menurut Hadi, pesan tersebut menjadi warisan pemikiran penting dari pendiri Hidayatullah, Abdullah Said.

Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (LSBPI MUI) ini menilai gerakan Islam harus mampu menjaga keaslian prinsip perjuangan, sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. “Kita harus menjaga asolah, keaslian perjuangan, tetapi pada saat yang sama juga harus mu’ashirah, mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Dalam paparannya, Hadi juga menyoroti kuatnya tradisi literasi yang dimiliki Abdullah Said. Menurutnya, kemampuan membaca dan menyerap gagasan dari berbagai literatur menjadi salah satu faktor yang melahirkan visi besar dalam membangun gerakan dakwah.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Ia menyebut beberapa karya yang menjadi inspirasi intelektual Abdullah Said, diantaranya Tafsir Sinar karya Abdul Malik Ahmad, buku Rangkaian Mutu Manikam Karya Mas Mansur serta tafsir Al-Azhar karya Hamka.

Selain itu, Abdullah Said juga terinspirasi oleh buku Mujahid Dakwah karya Isa Anshary yang memperkuat semangat militansi dakwahnya. “Kalau Abdullah Said tidak memiliki budaya literasi yang kuat, saya kira beliau tidak akan melahirkan gagasan besar seperti Hidayatullah,” ujar Ketua Bidgar Data Arsip serta Kepustakaan PP PERSIS ini

Hadi juga menjelaskan bahwa keberhasilan Abdullah Said dalam membangun Hidayatullah tidak lepas dari strategi dakwah yang berakar pada masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana banyak tokoh besar Islam Indonesia terlebih dahulu membangun basis dakwah di masyarakat sebelum mendirikan organisasi.

Di antaranya adalah Ahmad Dahlan yang membina masyarakat Kauman sebelum mendirikan Muhammadiyah, serta Hasyim Asy’ari yang mengembangkan jaringan pesantren sebelum mendirikan Nahdlatul Ulama.

“Para tokoh itu punya basis dakwah yang jelas di masyarakat. Ketika basis itu kuat, organisasi yang mereka dirikan pun meledak dan berkembang,” jelasnya.

Ia menilai pendekatan serupa juga dilakukan Abdullah Said ketika membangun komunitas dakwah di Gunung Tembak, Balikpapan, yang kemudian berkembang menjadi pusat gerakan Hidayatullah.

Miniatur Peradaban Islam

Menurut Hadi, kawasan dakwah yang dibangun Abdullah Said di Gunung Tembak bahkan disebut sebagai “kampus Hidayatullah”, sebuah konsep yang dimaksudkan sebagai miniatur peradaban Islam.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat melihat langsung praktik kehidupan Islam secara nyata.
“Hidayatullah dibangun sebagai miniatur peradaban Islam. Ketika masyarakat melihat contoh nyata itu, mereka tertarik datang dan belajar,” katanya.

Di akhir pemaparannya, Hadi mengingatkan pentingnya kader muda Hidayatullah terus membaca sejarah dan gagasan pendirinya agar tidak kehilangan arah perjuangan.

“Kita bukan hanya menjadi pelanjut organisasi, tetapi juga harus menjadi pembaca Abdullah Said, memahami gagasan dan perjuangannya, lalu melanjutkannya sesuai dengan tantangan zaman,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPD Hidayatullah Jakselkader HidayatullahOrmas HidayatullahRumah Sejarah Indonesiasejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebut AS Rezim Korup, Iran Mundur dari Piala Dunia 2026
Tulisan selanjutnya KH Naspi Arsyad: Integritas Fondasi Peradaban, Termasuk dalam Dunia Media

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?