Hidayatullah.com– Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan 10.000 serdadu tambahan ke Timur Tengah, lapor media AS hari Jumat (27/3/2026), di tengah spekulasi bahwa Washington kemungkinan sedang mempersiapkan invasi darat di Iran.
Dilansir AFP, The Wall Street Journal melaporkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk memberikan Presiden Donald Trump “lebih banyak pilihan militer” di Timur Tengah, yang dilanda perang sejak serangan udara AS-Israel atas Iran pada 28 Februari.
Pasukan tersebut akan bergabung dengan ribuan pasukan terjun payung dan Marinir yang sudah dikerahkan ke kawasan tersebut.
Sebelumnya pada hari Rabu (25/3/2026), seorang pejabat Iran mengatakan bahwa Teheran akan melakukan membalas invasi darat atas wilayah oleh Washington dengan mengaktifkan para pemberontak Houthi di Yaman untuk menyerang kapal-kapal yang melintas di Laut Merah.
Hal itu akan membuka front baru dalam perang yang berdampak luas terhadap ekonomi, politik dan militer tersebut.
Sebelum ini, Trump berulang kali mengatakan bahwa dia tidak berencana untuk mengirimkan pasukan darat untuk bertempur dengan Iran.
“Belum jelas ke mana tepatnya pasukan akan bergerak di Timur Tengah, tetapi kemungkinan besar mereka akan berada dalam jangkauan serangan atas Iran dan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak penting di lepas pantai Iran,” lapor WSJ.
Pentagon belum menanggapi permintaan komentar yang diajukan AFP perihal kabar tersebut.
Trump sudah menunda tenggat waktu serangannya terhadap aset-aset energi Iran, memastikan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang “berjalan dengan sangat baik.”
Sementara itu sekutu Washington, militer Israel, mengatakan pada Jumat pagi bahwa mereka sudah melakukan “serangkaian serangan skala besar yang menargetkan infrastruktur rezim teror Iran di jantung Teheran.”*




