Hidayatullah.com—Swami Anand Swarup, pendiri kelompok ekstremis Hindutva Kali Sena, merilis video provokatif yang kini viral di media sosial India. Dalam rekaman itu, ia secara terang-terangan menyatakan permusuhan terhadap Islam dan mengancam akan menghapusnya dari dunia.
“Kami menentang Islam dan kami akan menghapus Islam dari muka bumi ini. Ini tekad kami. Mereka yang mengikuti Islam harus meninggalkannya sesegera mungkin,” ujar Swarup dikutip The Print.
Video berdurasi singkat tersebut menyebar cepat di X dan Instagram, ditonton ribuan kali. Swarup berpidato di depan pendukung dengan nada tegas, menyuruh umat Islam meninggalkan agama mereka agar “bertahan hidup” di India.
Sampai saat ini Polisi Uttar Pradesh belum memberi tanggapan resmi, meski kasus serupa pernah dilakukan pada tahun 2021
Jejak Kebencian terhadap Islam
Swami Anand Swarup, alias Shambhavi Peethadheeshwar, memiliki riwayat panjang ujaran kebencian pada Islam. Pada Januari 2021 di Meerut, ia pernah mengatakan, “Barangsiapa membaca Al-Quran, ia akan menjadi seperti binatang, ia bukan lagi manusia,” sambil mengajak melakukan aksi boikot terhadao Muslim.
The Print melaporkan apparat polisi telah melakukan penyelidikan, tapi hingga kini tak ada hukuman berarti baginya.
April 2025 saat Char Dham Yatra, Swarup pernah menuntut Kashmir –wilayah otonomi yang mayoritas Muslim yang kemudian dicaplok India” agar “bebas Muslim”.
“Saya mendesak pemerintah untuk menjadikan Kashmir bebas Muslim, karena ini adalah tanah milik umat Hindu,” demikian klaimnya di Facebook.
Ia menuduh Muslim telah lakukan “land jihad” dan dukung undang-undang anti-konversi Uttar Pradesh.
Swarup bekerja sama dengan kelompok radikal Hindu Janajagruti Samiti telah menyebar konten yang menyebut Muslim adalah “iblis”.
Pernyataan ini dikecam aktivis HAM. Hindutva Watch yang disebut sebagai “panggilan genosida verbal”. Petisi Change.org sejak 2021 telah menuntut hukum atas perbandingan Muslim dengan Rohingya. Namun ketika videonya viral, Kali Sena mengklaim video tersebut telah “salah konteks”, tapi unggahan tetap ada sampai saat ini. Kasus ini menambah statistik kebencian anti-Muslim di India yang telah capai 70 persen keluhan di tahun 2025, kutip spotlighthate.*




