Hidayatullah.com– Media pemerintah Suriah, hari Ahad (19/4/2026), mengatakan bahwa aparat keamanan berhasil mengagalkan operasi peluncuran misil oleh sel kelompok Hizbullah dari dalam wilayahnya.
Kantor berita resmi Suriah SANA, mengutip sebuah sumber Kementerian Dalam Negeri, mengatakan bahwa kelompok tersebut bermaksud meluncurkan misil melintasi perbatasan dengan tujuan menganggu stabilisasi negara.
Pemerintahan Suriah saat ini bersikap bermusuhan dengan Hizbullah, yang selama rezim klan Assad berkuasa selalu mendung penuh pemerintah Damaskus. Tidak hanya itu, Hizbullah juga memainkan peran penting dalam perang sipil di Suriah yang berakhir pada 2024, mereka ikut berperang melawan kelompok-kelompok anti rezim pimpinan Bashar al-Assad.
Pekan lalu, Damaskus menuding Hizbullah berkaitan dengan sel yang berusaha menanam bom di depan rumah milik seorang pemuka agama – yang tidak disebutkan identitasnya – di daerah Bab Touma, Damaskus.
Namun, hari Ahad kelompok yang mendapatkan sokongan Iran itu membantah tuduhan itu yang disebutnya “palsu dan karangan”.
Hizbullah mengatakan pihaknya tidak memiliki aktivitas, tidak menilik ikatan dan hubungan dengan pihak manapun di Suriah, dan tidak ada kehadirannya di wilayah Suriah.
Kelompok itu menyeru otoritas Suriah supaya terlebih dahulu melakukan penyelidikan menyeluruh sebelum membuat tuduhan tanpa bukti.
Hizbullah menuding “kehadiran dinas-dinas intelijen” di wilayah Suriah yang menurutnya berusaha menyulut ketegangan antara Libanon dan Suriah sebagai biang masalah.*




