Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM Carney Bilang Hubungan Erat Ekonomi Kanada dengan Amerika Serikat Merupakan Kelemahan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 April 2026 19:56 7:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 April 2026 19:56
Bagikan
Perdana Menteri Kanada Mark Carney
Bagikan

Hidayatullah.com– Hubungan erat ekonomi Kanada dengan Amerika Serikat dulu merupakan kekuatan tetapi sekarang merupakan kelemahan yang harus dikoreksi, kata Perdana Menteri Mark Carney.

Dalam rekaman pidato berdurasi 10 menit, Carney berbicara tentang upaya pemerintahnnya untuk memperkuat perekonomian Kanada dengan menarik investasi-investasi baru dan menandatangani kesepakatan dagang dengan negara-negara lain, lansir Associated Press Senin (20/4/2026).

“Dunia saat ini lebih berbahaya dan terpecah,” kata Carney. “AS secara mendasar telah mengubah pendekatannya dalam hubungan dagang, menaikkan tarif ke tingkat tertinggi sejak era Great Depression (Depresi Besar).”

“Banyak yang sebelumnya menjadi kekuatan kita, berdasarkan hubungan erat kita dengan Amerika, sekarang menjadi kelemahan. Kelemahan yang harus dikoreksi.”

Carney mengatakan tarif yang diberlakukan oleh Donald Trump berdampak terhadap para pekerja di sektor industri otomotif dan baja. Dia menambahkan bahwa pelaku usaha sekarang menahan diri dari berinvestasi disebabkan banyaknya ketidakpastian.

Baca Juga

MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII

Tidak hanya itu, banyak rakyat Kanada yang marah dengan komentar-komentar Trump, terutama ketika Presiden AS itu mengatakan sebaiknya Kanada menjadi negara bagian Amerika Serikat ke-51.

Carney mengatakan akan menyampaikan kepada rakyat Kanada secara berkala tentang upaya-upaya pemerintahannya dalam mengurangi ketergangtungan Kanada terhadap AS.

“Keamanan tidak dapat dicapai dengan mengabaikan atau meremehkan ancaman-ancaman yang terlihat sangat nyata yang kita Bangsa Kanada hadapi,” tegasnya. “Saya berjanji tidak akan menutup-nutupi apa tantangan yang bangsa kita hadapi.”

Ini bukan pertama kalinya Carney, yang pernah menjabat sebagai pimpinan bank sentral, pertama di Bank of Canada dan kemudian Bank of England, berbicara tentang perubahan kekuasaan di dunia.

Dalam pidatonya bulan Januari di World Economic Forum di Davos, Swiss, dia mendapatkan banyak apresiasi karena mengecam pemaksaan ekonomi oleh negara-negara kuat terhadap negara-negara yang lebih kecil.

Pernyataannya di Davos mendapat sambutan negatif dari Trump.

“Kanada hidup karena Amerika Serikat,” kata Trump usai pidato Carney. “Ingat itu, Mark, lain kali kalau kamu bikin pernyataan.”

Sejauh ini belum ada tanggapan Gedung Putih tentang pidato Carney hari Ahad tersebut, lapor AP.

Pidato terbaru Carney itu disampaikan beberapa hari setelah partainya berhasil mendulang banyak suara dalam pemilu khusus sehingga bisa membentuk pemerintahan mayoritas. Kalangan oposisi dari kubu Konservatif mendesaknya untuk segera memaparkan kebijakan Kanada terkait kesepakatan dagang dengan AS, yang termasuk dalam daftar janji kampanye Carney dalam pemilu tahun lalu.

Pengkajian ulang versi yang erlaku saat ini dari Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara antara Kanada, AS dan Meksiko dijadwalkan akan digelar bulan Juli.

Dalam pidatonya, Carney mengatakan ingin menarik investasi baru ke Kanada, melipatgandakan kapasitas energi bersih dan mengurangi hambatan perdagangan di dalam negeri. Dia juga menekankan perihal kenaikan belanja pertahanan Kanada, pengurangan pajak, serta tentang pengadaan rumah terjangkau.

“Kita harus menjaga diri kita sendiri karena kita tidak dapat bergantung kepada mitra-mitra asing,” ujarnya. “Kita kita dapat mengontrol disrupsi yang datang dari tetangga. Kita tidak dapat mengontrol masa depan kita hanya dengan berharap gangguan itu segera berhenti. Kita tidak dapat mengontrol apa yang terjadi di sini. Kita dapat membangun sebuah negara yang lebih kuat yang sanggup bertahan menghadapi gangguan dari luar,” papar Carney.

Carney menegaskan bahwa hanya berharap “Amerika Serikat nantinya akan kembali normal” bukanlah strategi yang masuk akal.

“Harapan bukanlah rencana dan nostalgia bukanlah strategi,” ujarnya.

Carney mengatakan kanada selama ini sudah menjadi tetangga yang baik bagi Amerika Serikat, yang berada di sisi AS dalam banyak konflik termasuk Afganistan dan dua kali perang dunia.

“AS sudah berubah dan kita harus tanggap,” ujarnya. “Ini soal mengambil kembali kendali atas keamanan kita, perbatasan kita dan masa depan kita,” pungkasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aliansi Syiah Iraq Calonkan Bassem al-Badri sebagai Perdana Menteri
Tulisan selanjutnya ‘Tidak ada Musik untuk Genosida’, Lebih Dari 1000 Musisi Serukan Boikot Eurovision

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
Ketua Umum MUI Dorong KUII VIII Hasilkan Rekomendasi Tegas Terkait LGBT
Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan

Terbaru

  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045
  • KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
  • Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa
  • Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah
  • Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045

25 Juli 2026 12:53
Berita

KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR

25 Juli 2026 12:45
Berita

Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa

25 Juli 2026 12:38
Berita

Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah

25 Juli 2026 10:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?