Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Australia Tolak Repatriasi Warganya dari Kamp di Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 April 2026 16:51 4:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 April 2026 16:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Australia menolak membantu proses repatriasi warganya dari kamp-kamp di Suriah karena diduga ada yang berkaitan dengan kelompok ISIS.

Mengutip keterangan direktur kamp Roj, lembaga penyiaran publik Australia ABC melaporkan empat wanita Australia dan sembilan anak dan cucu mereka sudah keluar dari kamp di bagian timur laut Suriah itu pada hari Jumat (24/4/2026), dan berharap bisa segera pulang ke negeri asalnya.

Tentara Suriah membawa mereka ke Damaskus dan berusaha membantu kepulangannya ke Australia, lapor ABC.

Namun AFP melaporkan, seorang juru bicara pemerintah dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Pemerintah Australia tidak bersedia dan tidak akan merepatriasi orang-orang dari Suriah.”

“Badan-badan keamanan kami sudah dan masih terus melakukan pemantauan situasi di Suriah guna memastikan bahwa mereka siap jika ada warga Australia yang ingin kembali ke Australia,” imbuhnya.

Baca Juga

Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris

“Orang-orang yang termasuk dalam golongan ini perlu mengetahui bahwa apabila mereka kembali ke Australia mereka akan menghadapi hukum yang tegas,” karena pemerintah memprioritaskan keamanan rakyat dan kepentingan nasional Australia, papar jubir itu.

Sekelompok orang tersebut termasuk di antara 34 orang Australia di kamp Roj yang gagal pulang pada bulan Februari, konon kabarnya karena ada masalah koordinasi dengan pemerintah Suriah.

Kala itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pemerintahannya tidak akan memberikan dukungan apapun untuk mereka. “Kalian yang cari masalah, kalian sendiri yang harus membereskan,” kata Albanese, menyinggung kepergian mereka ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata termasuk ISIS.

Repatriasi anggota keluarga para petempur ISIS merupakan isu kontroversial di Australia, dengan sebagian politisi memperingatkan bahwa ideologi mereka membahayakan keamanan nasional.

Organisasi bantuan kemanusiaan Save the Children Australia pada tahun 2023 mengajukan gugatan hukum atas nama 10 wanita dan 20 anak di kamp Roj, guna mengupayakan repatriasi mereka.

Namun, pengadilan tidak berpihak kepada Save the Children, mengatakan bahwa pemerintah Australia bukan pihak yang mengontrol penahanan mereka di Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LBH Hidayatullah Gelar Rakornas, Tegaskan Posisi sebagai Pemberi Bantuan Hukum Struktural
Tulisan selanjutnya Turki Berhentikan Wakil Menteri Pendidikan Setelah Insiden Penembakan di Dua Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang

Berita
7 September 2026 15:10
Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat

Terbaru

  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis

9 September 2026 15:00
Berita

Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York

9 September 2026 14:02
Berita

100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza

8 September 2026 23:19
Berita

Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata

8 September 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?